Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tidak memungkiri jika ada lonjakan kasus yang luar biasa. Termasuk penyebaran Covid-19 tenaga medis di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Di mana ada 40 orang tenaga medis dan nonmedis positif Covid-19.
”Jika memang ada tenaga medis dites risikonya ya positif, apalagi bekerja di rumah sakit. Yang perlu dipikirkan apa dirawat di technopark itu cukup atau tidak. Atau para nakes sudah punya pengetahuan. Sehingga cukup isolasi mandiri di rumah,” terangnya.
Yuni menyampaikan, pasien asimtomatis atau tanpa gejala sebenarnya bisa isolasi mandiri. Pihaknya memutuskan pelayanan di RSUD tetap berjalan. Karena jika layanan berhenti akan menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
”Tentu kami akan sterilkan bagian per bagian. Rumah sakit akan tetap berjalan dengan nakes yang tidak terkonfirmasi positif,” terangnya.
Dia menambahkan, sejumlah 400 pekerja di rumah sakit sudah menjalani tes. Tapi belum semua hasilnya keluar. Sehingga masih ada kemungkinan bertambah kasus secara bertahap. Namun demikian, Sragen menjadi kabupaten di Jawa Tengah yang menjalankan instruksi presiden melaksanakan swab test setiap hari.
”Sragen sudah merah semua kecamatan. Saat ini yang dominan memang tenaga kesehatan,” bebernya.
Penularan juga dimungkinkan terjadi di pasar, termasuk Pasar Bunder. Akan tetapi, pasar tidak akan ditutup meski ada kasus positif. Hal ini pempertimbangkan dampak ekonomi yang luar biasa.
”Untuk pasar jika ada yang positif, akan dilokalisir. Dalam radius berapa bisa disterilkan,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum RSUD Sragen Udayanti mengatakan, masih ada delapan bangsal yang bisa digunakan untuk pelayanan rawat inap dengan kapasitas 140 orang.
Dua bangsal sementara ditutup untuk perawatan tenaga medis yang terkonfirmasi positif. ”Pelayanan untuk pasien aman. Kami tetap menjaga keselamatan nakes dan pasien,” ujarnya. (din/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra