Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Petani Blokade Proyek Jembatan Ganefo di Sragen

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 20 November 2020 | 20:57 WIB
Sejumlah petani protes pembangunan jembatan ganefo karena berdampak ke lahan pertaniannya.
Sejumlah petani protes pembangunan jembatan ganefo karena berdampak ke lahan pertaniannya.
SRAGEN – Proyek jembatan ganefo yang melintang di Bengawan Solo didemo warga dan petani Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, kemarin (19/11). Lantaran pekerjaan pembangunan jembatan tersebut dinilai menyumbat saluran air dan berpotensi mengakibatkan banjir.

Warga memprotes pengerjaan proyek jembatan penghubung antara Kecamatan Tangen dan Ngrampal ini. Pembangunan itu menutup saluran dan mengakibatkan banjir areal persawahan sekitar. Dalam pekerjaan proyek tersebut tidak ada pembuangan air, sehingga terjadi genangan.

Sejumlah warga membawa poster bertuliskan ”Warga Tutup Proyek Jembatan”. Bahkan akibat aksi itu, pekerjaan proyek sempat dihentikan.

Perwakilan warga Gandrung RT 02, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Budi menuturkan, proyek jembatan ganefo yang telah dikerjakan lebih satu bulan ini dinilai berdampak bagi area persawahan. Karena saat hujan, air tak bisa mengalir ke sungai. Justru menimbulkan genangan air dan banjir ke persawahan.

”Warga menuntut pihak rekanan untuk membuat saluran air agar saat hujan tidak terjadi genangan dan banjir. Selama tuntutan warga tidak dipenuhi, warga akan menutup proyek jembatan Ganefo Tangen ini,” jelas Budi.

Akibat pekerjaan jembatan baru tersebut, lanjut Budi, saluran air hilang. Sehingga saat hujan deras air tidak bisa mengalir. Kondisi itu merusak tanaman padi. ”Tuntutan warga buatkan gorong-gorong, bila tidak warga tetap nutup proyek ini,” tegas Budi.

Pelaksana proyek Muhammad Qodri menjelaskan, pihaknya langsung setuju untuk membuat saluran air tersebut. ”Kami diminta buat salurannya untuk buangan air yang punya sawah. Padahal pekerjaan tidak termasuk pembuatan saluran air itu,” terangnya.

Pihaknya mau tidak mau membuat saluran air sesuai tuntutan warga. Agar pekerjaan jembatan ganefo tahap pertama tersebut bisa selesai. ”Hari ini saya eksekusi, saya gali saluran air. Sedangkan untuk pekerjaan jembatan sementara berhenti, saat ini sudah mencapai 98 persen,” tuturnya.

Pengawas proyek jembatan ganefo dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Supriyono menjelaskan, munculnya tuntutan tersebut, pihaknya bersama camat setempat telah mendatangi lokasi untuk membuat saluran air.

”Tuntutan warga telah diselesaikan dengan baik. Soal saluran air akan dikerjakan secepatnya,” papar Supriyono. (din/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#jembatan ganefo #blokade #ngrampal #proyek #petani