Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Teroris Bom Bali I yang Ditangkap di Lampung Ternyata Warga Masaran

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 12 Desember 2020 | 21:38 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SRAGEN - Pelaku terduga teroris bom Bali I yang ditangkap di Lampung ternyata merupakan warga Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Pria yang dikenal dengan nama Zulkarnaen ini ditangkap Detasemen khusus 88 (Densus 88) di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, Kamis (10/12).

Kepala Desa Gebang, Kecamatan Masaran Jumanto membenarkan terduga teroris tersebut adalah warganya. Namun, dia menyampaikan bahwa yang bersangkutan sudah pergi dari desa sekitar 20 tahun yang lalu.

"Benar, nama aslinya yang di KTP Arif Sunarso. Generasi kelahiran tahun 63. Kalau generasi sekarang mungkin kurang mengenal yang bersangkutan," ujar Jumanto, Sabtu (12/12).

Jumanto tidak memungkiri yang bersangkutan termasuk orang yang pintar. Karena sepengetahuannya pernah kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja. Tetapi dia dan keluarganya sangat tertutup dengan warga sekitar.

Saat ini yang tinggal di Gebang Kulon RT 14, Desa Gebang tinggal ibunya dan adik laki-laki. Sementara ayahnya yang biasa dikenal Mbah Hadi Sholeh sudah meninggal sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu.

"Sekarang tinggal ibunya yang di Gebang bersama adik laki-lakinya. Karakter keluarganya sangat sangat tertutup. Saya lurahnya saja tidak bisa ke rumahnya Mbah Hadi Soleh putri," beber dia.

Jumanto bercerita bahwa saat meninggalkan Gebang, terduga teroris yang menjadi buronan selama 18 tahun itu sudah menikah. Pernah beberapa beberapa waktu lalu istrinya datang ke kantor desa untuk mengurus pembaruan KTP dan surat pindah. Untuk pembaruan KTP dilayani, tapi surat pindah tidak dilayani.

"Istrinya setahu saya tinggal di wilayah Tambun, Bekasi, ikut kakaknya yang dokter. Bekerja sebagai peracik obat. Informasi yang saya terima anaknya ada enam, tetapi saat ditanya soal suaminya, dia pilih tutup mulut," terang Jumanto.

Dia mengakui sulit untuk mengetahui kepulangan Arif Sunarso. Bahkan ketika ayahnya meninggal, warga tidak ada yang mengetahui kepulangannya. "Dari warga sebenarnya juga membantu mengawasi. Waktu bapaknya meninggal, dia juga gak pulang," jelasnya.

Sementara itu, terkait warga Sragen yang ditangkap tersebut, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengaku belum mendapatkan laporan. "Saya belum dapat laporan," balasnya melalui pesan singkat. (din/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#buronan 18 tahun #warga masaran #sragen #teroris bom bali 1 #densus 88 #zulkarnaen