SRAGEN - Arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen semakin rawan kecelakaan. Setelah tiga orang terlindas truk Kamis (5/3) pagi, malam harinya disusul satu pengendara motor lagi yang tewas usai tertabrak bus antar kota antar provinsi (AKAP) di jalan Solo-Sragen, Gambiran, Sine, Sragen.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan bus Mira nopol S 7210 US dengan sepeda motor Honda Beat nopol AD 3035 AGE. Terjadi pukul 19.30, tepatnya di depan Kantor Panti Raharjo. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor yakni Rina Ana Anjarsari, 19 meninggal di lokasi.
Kasubag Humas Polres Sragen AKP Suwarso menyampaikan, korban merupakan warga Dayu RT 27/08 Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang. Bermula saat bus melaju dari arah timur (Ngawi). Sementara pengendara motor berjalan dari arah berlawanan. Bus bermaksud mendahului kendaraan lainnya dari sisi sebelah kanan. Bus diduga melaju terlalu ke kanan.
Pada saat yang sama, korban juga melaju di jalurnya. Akhirnya benturan keras tidak dapat dihindar. Korban mengalami luka pada kepala, tangan kanan, dan kaki kanan.
”Pengendara motor meninggal di lokasi kejadian,” beber Suwarso, kemarin (5/3).
Sementara pengemudi bus Winanto, 41 warga Desa Soco, Pengampon, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidak mengalami luka sedikitpun. ”Sopir bus langsung kami amankan,” jelasnya.
Kepala Desa (Kades) Jurangjero, Prantiyono membenarkan korban merupakan warganya. Pemakaman dilangsungkan pada Jumat (5/3) pukul 10.00.
”Setahu saya korban sudah bekerja dan baru lulus SMK tahun lalu,” terangnya.
Sebelumnya di hari yang sama, tiga orang yang merupakan ibu dan dua anak tewas akibat tergilas truk tronton di jalur ring road selatan Sragen pukul 09.00. Korban adalah Kiki Novita Sari, 28 dan anaknya yakni Zhelzinka Arthadeztina,11; serta Kenzie Shakura Christaline, 3. Ketiganya warga Jomblang RT 17/05, Desa Dawung, Kecamatan Jenar. Korban yang mengendarai Honda Vario nopol AD 3387 BNE bertabrakan dengan truk tronton bermuatan kardus makanan dengan nopol AD 1628 LA.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen Darmawan mengaku prihatin dengan banyaknya kecelakaan di jalur utama Sragen. Dia mengaku anggaran yang berkaitan dengan perhubungan di Sragen tak banyak. Tapi semaksimal mungkin diupayakan agar transportasi aman.
”Di tengah keterbatasan anggaran, dishub tetap berusaha menambah dan merawat rambu yang sudah ada, terutama yang rawan kecelakaan. Jadi diperlukan kesadaran pula bagi pengendara,” ujarnya.
Darmawan mengaku titik rawan kecelakaan sangat diperhatikan. Sehingga angka kecelakaan bisa diminimalisir. ”Setiap ada laporan dari masyarakat langsung kami respons secepat mungkin,” ujarnya. (din/adi)
(rs/din/per/JPR)