Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Marija menyampaikan, saat ini sedang koordinasi dengan Bina Marga Provinisi Jawa Tengah dan Balai Besar Jalan Nasional untuk pembangunan ring road selatan. Titik pembangunan mulai dari perempatan Pilangsari Kecamatan Ngrampal hingga Beloran Sragen Kota. Dengan demikian, pelaksanaannya harus membongkar Flyover Pilangsari.
”Nanti tentu dibongkar dengan membangun jembatan baru,” terang Marija.
Dia memaparkan untuk membangun ring road selatan membutuhkan Rp 175 miliar. Selain itu, pembangunan tidak mungkin selesai dalam setahun, melainkan multiyears.
”Harapan kami bisa terlaksana 2022, dilanjutkan 2023, dan 2024 baru selesai. Pembangunan selama tiga tahun,” jelasnya.
Ring road selatan akan berfungsi untuk mengalihkan kendaraan luar kota. Termasuk kendaraan yang memiliki tonase besar agar tidak lewat kota.
”Saat ini, sebagian kendaraan masih melintas di kota sisi timur lewat tugu adipura. Karena tidak memungkinkan melintasi Flyover Pilangsari,” jelasnya.
Dengan demikian, kendaraan yang melintas tidak masuk ke wilayah jalan perkotaan. Kendaraan dari timur sepenuhnya melintas ring road selatan. Sedangkan dari barat melintas di ring road utara. Selain mengurangi kepadatan kendaraan dari luar kota, juga upaya dari penataan kota di Sragen. (din/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra