Joko membenarkan dirinya tengah menjalani isolasi mandiri di rumah akibat terpapar Covid-19. Joko mengaku tidak merasakan gejala apapun, lantaran sudah mendapatkan vaksin.
”Saya istirahat saja di rumah, isolasi mandiri sambil nunggu hasil negatif tes cepat molekuler (TCM) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen,” terangnya, kemarin.
Joko menjalani isolasi mandiri di rumah bersama istrinya. Awalnya, istrinya yang bekerja di puskesmas merasa tidak enak badan. Lantas Kamis (24/6) malam, menjalani swab test dan dinyatakan positif. Selanjutnya dia menjalani TCM dan juga positif.
”Anak-anak negatif dan diungsikan di rumah neneknya,” terang Joko.
Karena sudah mendapatkan suntikan vaksin, Joko menyampaikan tidak merasakan gejala apapun. Selain itu, dia merasa tetap sehat seperti biasa. Sementara untuk tugas kantor, sesuai ketentuan 75 persen bisa dikerjakan work from home (WFH).
”Disposisi bisa dari rumah. Kalau perlu tanda tangan bisa melalui tanda tangan elektronik. Pekerjaan kantor lancar tanpa kendala,” jelasnya.
Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, untuk klaster keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah juga didata. Jika memang sudah jadi klaster keluarga dan tinggal dalam satu rumah, tidak masalah menjalankan isolasi mandiri.
”Pengawasan yang isolasi mandiri di rumah kami serahkan pada puskesmas dan satgas. Selain itu, mereka juga harus tetap kita kasih obat,” jelasnya.
Bupati menambahkan, disiplin untuk menaati protokol kesehatan (prokes) sangat diwajibkan. Termasuk bagi masyarakat yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19. (din/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria