Sejumlah warga melaporkan DV, 20, warga Ngrampal yang dituding menggelapkan uang arisan dengan jumlah mencapai Rp 4 miliar. Salah seorang peserta arisan online, Etik Purwanti, 32 warga Mojomulyo, Kelurahan Sragen Kulon mengaku rugi sampai Rp 160 juta.
”Kerugian saya pribadi kalau ditotal sekitar Rp 160 juta, untuk setorannya bervariasi antara Rp 3,7 juta hingga Rp 5 juta. Ada juga yang puluhan juta. Saya kebetulan ambil yang per slot agak besar Rp 30 juta lebih,” kata Etik
Dia semakin kesal karena DV seolah-olah menghindar dan tidak berada di rumah. Kondisi serupa dirasakan 50 anggota arisan lainnya. Jumlah anggota arisan sekitar 50 orang. Dari jumlah itu, sekitar 20 member berasal dari Sragen. Sedangkan sisanya dari Semarang, Solo dan beberapa daerah lainnya.
Untuk jumlah setoran berbeda-beda. Mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Kerugian yang dialami member bervariasi. Jika ditotal, jumlah uang member yang belum kembali sekitar Rp 4 miliar.
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardy mengatakan, yang disampaikan oleh para pelapor sifatnya masih aduan. Pada Selasa (24/8) ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan korban dan saksi.
”Arisan fiktif seperti ini tidak hanya di wilayah Sragen. Tapi juga terjadi di daerah lainnya. Memanfaatkan psikologis masyarakat yang sedang menghadapi pandemi. Secara ekonomi serba sulit, sehingga dengan iming-iming keuntungan menjebak para korban,” terangnya.
Kapolres berjanji akan menyampaikan hasil tindak lanjut terkait aduan itu. Saat ini ada empat korban yang melapor. Pihaknya masih menghitung kerugiannya. Di sisi lain, kapolres mengimbau pada warga agar tidak mudah percaya dengan iming-iming yang mudah mendapatkan uang.
”Tanpa bekerja dan menghasilkan uang melimpah itu dipastikan adalah penipuan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, arisan online tipu-tipu juga dialami warga Boyolali dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Boyolali ada warga yang melapor ke polisi. Kerugiannya mencapai Rp 130 juta. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram