Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penipuan Arisan Online Sampai ke Sragen, Kerugian Sampai Miliaran

Damianus Bram • Rabu, 25 Agustus 2021 | 02:55 WIB
TERTIPU: Sejumlah peserta arisan online melapor ke Polres Sragen, beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
TERTIPU: Sejumlah peserta arisan online melapor ke Polres Sragen, beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN Situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini mendorong masyarakat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Termasuk melakukan penipuan dengan dalih arisan. Baru baru-ini sejumlah warga melapor ke Mapolres Sragen karena merasa menjadi korban penipuan arisan online.

Sejumlah warga melaporkan DV, 20, warga Ngrampal yang dituding menggelapkan uang arisan dengan jumlah mencapai Rp 4 miliar. Salah seorang peserta arisan online, Etik Purwanti, 32 warga Mojomulyo, Kelurahan Sragen Kulon mengaku rugi sampai Rp 160 juta.

”Kerugian saya pribadi kalau ditotal sekitar Rp 160 juta, untuk setorannya bervariasi antara Rp 3,7 juta hingga Rp 5 juta. Ada juga yang puluhan juta. Saya kebetulan ambil yang per slot agak besar Rp 30 juta lebih,” kata Etik

Dia semakin kesal karena DV seolah-olah menghindar dan tidak berada di rumah. Kondisi serupa dirasakan 50 anggota arisan lainnya. Jumlah anggota arisan sekitar 50 orang. Dari jumlah itu, sekitar 20 member berasal dari Sragen. Sedangkan sisanya dari Semarang, Solo dan beberapa daerah lainnya.

Untuk jumlah setoran berbeda-beda. Mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Kerugian yang dialami member bervariasi. Jika ditotal, jumlah uang member yang belum kembali sekitar Rp 4 miliar.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardy mengatakan, yang disampaikan oleh para pelapor sifatnya masih aduan. Pada Selasa (24/8) ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan korban dan saksi.

”Arisan fiktif seperti ini tidak hanya di wilayah Sragen. Tapi juga terjadi di daerah lainnya. Memanfaatkan psikologis masyarakat yang sedang menghadapi pandemi. Secara ekonomi serba sulit, sehingga dengan iming-iming keuntungan menjebak para korban,” terangnya.

Kapolres berjanji akan menyampaikan hasil tindak lanjut terkait aduan itu. Saat ini ada empat korban yang melapor. Pihaknya masih menghitung kerugiannya. Di sisi lain, kapolres mengimbau pada warga agar tidak mudah percaya dengan iming-iming yang mudah mendapatkan uang.

”Tanpa bekerja dan menghasilkan uang melimpah itu dipastikan adalah penipuan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, arisan online tipu-tipu juga dialami warga Boyolali dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Boyolali ada warga yang melapor ke polisi. Kerugiannya mencapai Rp 130 juta. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Penipuan Arisan Online #arisan online #arisan fiktif #polres sragen #Penipuan Dalih Arisan