Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hindari Petani Tersetrum, Harus Ada Sanksi Tegas Cegah Jebakan Listrik

Damianus Bram • Jumat, 8 Oktober 2021 | 03:00 WIB
BERBAHAYA: Polisi mencopot jebakan listrik di persawahan wilayah Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
BERBAHAYA: Polisi mencopot jebakan listrik di persawahan wilayah Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN Petani yang tewas akibat jebakan tikus berlistrik sudah mencapai puluhan orang. Sayangnya belum ada sanksi tegas bagi pelakunya.

Bendahara DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sragen Endro Supriyadi menyoroti sampai saat ini belum ada tindakan yang nyata dari pemerintah maupun kepolisian untuk mencegah kejadian tersebut terulang.

”Melihat kasus kematian tersengat listrik cukup banyak dan selalu terjadi setiap tahun, tentu ini harus disikapi dengan cepat. Baik pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun PLN,” ujar Endro, kemarin (7/10).

Pendamping kelompok tani ini juga menegaskan perlunya rasa aman bagi petani dalam bekerja. Namun dengan serangkaian kejadian, hendaknya ada kebijakan yang mengantisipasi kematian petani akibat sengatan listrik.

”Seharusnya bisa dicegah, dicari solusinya. Selain itu harus ada upaya pengendalian hama yang aman,” imbuhnya.

Terkait penggunaan arus listrik di area persawahan, Manager PLN Area Sragen Makruf Sungadi menegaskan sudah ada evaluasi. Soal jebakan tikus sudah difasilitasi oleh pemerintah daerah (Pemda) bersama polri, TNI, dan masyarakat petani.

”Intinya kami diminta saling mengawasi soal bahaya jebakan tikus. Karena saat ini jebakan tikus berlistrik dianggap langkah yang paling jitu mengendalikan populasi hama tikus. Meski risikonya sangat tinggi,” terangnya.

Dia menegaskan sebenarnya listrik masuk persawahan tujuan utamanya bukan untuk membasmi hama. Namun keperluan irigasi sebagai tenaga sumur submersible. Jika dulu pakai diesel, sekarang bisa menggunakan listrik PLN.

”Tujuan utama agar produktifitas pertanian meningkat. Ternyata malah dikembangkan oleh petani,” bebernya.

Makruf menekankan, kejadian tersengat listrik di sawah akibat jebakan tikus sebenarnya tidak hanya dari listrik PLN. Ada juga yang listrik mesin diesel yang dipasang petani sendiri.

”Sebenarnya dari PLN listriknya sudah diukur, hanya kuat untuk mesin sibel saja. Kalau ditambah jebakan tikus tidak bisa bersamaan. Mungkin dilakukan bersamaan,” terangnya.

Pihaknya juga menekankan sebelum pemasangan di area persawahan sudah membuat perjanjian dengan pelanggan. Bahwa hanya digunakan untuk sumur sibel dan sudah diperingatkan dalam boks.

”Sebenarnya petani sudah tahiu resikonya, tapi ya nekat saja. Kalau pakai diesel untuk jebakan tikus diluar kemampuan kami untuk menghalangi,” tegasnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Harus Ada Sanksi Tegas Cegah Jebakan Listrik #Petani Meninggal Tersetrum Jebakan Listrik #Cegah Jebakan Listrik #Bendahara DPC PKB Sragen Endro Supriyadi #DPC PKB Kabupaten Sragen