Sejumlah proyek perbaikan jalan digelar DPUPR akhir tahun ini. Pelaksana proyek dituntut cermat menyikapi pergantian musim saat ini.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kabupaten Sragen Albert Pramono Susanto menyampaikan, pada saat musim hujan seperti ini, kondisi cuaca harus dipertimbangkan. Pihaknya tidak memungkiri jika hujan turun menjadi kendala di lapangan. Situasi tersebut harus ada solusi yang tepat. Karena tidak mungkin menghalangi hujan turun.
”Kita tidak punya pilihan. Terkait kendala musim, kita setting pekerjaan sesuai dengan perkiraan cuaca,” ujarnya, kemarin (14/11).
Untuk itu, pelaksanna proyek diharapkan bisa memastikan kondisi cuaca melalui perangkat teknologi yang ada. Metode mengatur jadwal harusnya disesuaikan dengan perkiraan cuaca.
”Bisa dicek lewat google, misalnya pekerjaan dilaksanakan lebih pagi jika diperkirakan sore hari sudah mulai hujan. Harapannya target harian bisa tercapai, jangan selalu beralasan karena cuaca tidak mendukung,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, pada APBD Perubahan 2021 ini mengerjakan tujuh paket perbaikan jalan. Enam di antaranya diambil dari dana alokasi umum APBD Kabupaten Sragen. Satu paket dari Provinsi Jawa Tengah. Satu paket dengan pagu Rp 7 miliar dari Provinsi Jateng sempat dilakukan retender atau lelang ulang. Pekerjaan tersebut diharapkan bisa selesai sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
”Pekerjaan dari provinsi yakni jalan Pungsari-Sangiran. Itu medannya sulit, jalannya sempit dan tanahnya labil. Harus segera dikerjakan dan ngebut,” bebernya.
Sedangkan enam paket dengan total anggaran sekitar Rp 30 miliar dari APBD Sragen. Lokasi yang dikerjakan antara lain Pungkruk-Mungkung, Warung Ayu Gemolong, Pucuk-Bejing, dan Boyolayar.
”Perubahan dari APBD mendapat cukup banyak, meski waktunya cukup mepet,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram