Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Atasi Banjir, Pemkab Sragen Perlu Normalisasi Sungai Mungkung

Damianus Bram • Selasa, 16 November 2021 | 16:30 WIB
SERING MELUAP: Normalisasi Sungai Mungkung diperlukan.  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SERING MELUAP: Normalisasi Sungai Mungkung diperlukan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN Pemerintah Kabupaten Sragen berencana meninggikan jalan Pungkruk-Mungkung karena sering terendam banjir. Namun peninggian jalan justru dikhawatirkan menjadi penghalang air yang lewat jika kondisi air melimpah dari arah hulu. Langkah yang paling memungkinkan yakni normalisasi sungai.

Pekerjaan pembangunan jalan Pungkruk-Mungkung ini untuk mencegah luapan air masuk ke area jalan. Kepala Bidang Bina Marga Albert Pramono Susanto menjelaskan, anggaran pekerjaan rekonstruksi tersebut sekitar Rp 4 miliar.

”Itu upaya kami untuk menanggulangi banjir tahunan. Kalau banjir akses jalan tersebut sering putus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, upaya peninggian jalan perlu dilakukan supaya ketika kendaraan luar kota masuk ke wilayah perkotaan, wajah kota tampak bagus. Peninggian badan jalan menyetarakan elevasinya. Sehingga dalam peninggiannya ada bagian yang sampai 1,1 meter. Karena sebagian badan jalan ada yang tinggi, maupun yang turunan.

Sementara sebagian titik juga dilakukan pelebaran jalan. Lantas di tepi jalan ditalut agar kondisi jalan memadai. Selain itu menyiapkan jika sewaktu-waktu ada pekerjaan pelebaran jalan empat lajur.

”Setidaknya jalan tidak kebanjiran. Karena biasanya putus sampai menunggu surut jalan, baru bisa dilalui lagi,” terangnya.

Albert juga memikirkan upaya pengendalian banjir ini. Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk normalisasi sungai. Karena berbagai penyebab banjir di wilayah tersebut. ”Satu-satunya jalan ya pengerukan atau normalisasi sungai,” ujarnya.

Selain pendangkalan sungai, juga ada jembatan lama di sebelah utara yang kerap tersangkut sampah dan menghambat arus.

”Kami melakukan kajian dibantu dengan teknik sipil UNS terkait pembangunan jalan di area situ. Untuk akses lalu lintas memang harus ditinggikan, tinggal nanti pengendalian banjir dibahas lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya ada opsi untuk membuat gorong-gorong untuk akses air. Namun mendapat penolakan oleh warga yang tinggal di kampung sisi utara jalan. Karena dikhawatirkan menambah risiko debit air yang masuk ke kampung.

”Mereka beranggapan jika ada gorong-gorong, maka menambah debit air dari sungai yang meluap, sehingga tidak jadi dipasang gorong-gorong,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan akses tersebut merupakan akses utama. Sehingga kondisi jalan harus dipastikan dengan baik. Mengingat akses tersebut nyaris tidak ada jalur alternatif. Sehingga pekerjaan dilaksanakan separuh badan jalan untuk akses lalu lintas. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Sungai Mungkung #Jalan Pungkruk-Mungkung #Normalisasi Sungai Mungkung