Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan jembatan Ganefo sudah ditinggal pemborongnya sekitar dua bulan. Sekitar awal tahun sempat ada sejumlah truk dump menurunkan material uruk. Warga mengira akan membuat tiang yang akan menopang jembatan.
Proyek pekerjaan ini sebenarnya dilaksanakan sejak 2020 lalu. Pada saat itu progres sudah berjalan sekitar 20 persen untuk fondasi jembatan dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan 2021 dengan anggaran Provinsi Jawa Tengah akan dilanjutkan.
Namun beberapa waktu terakhir, alat berat dan material besi sudah diangkut dan tidak dilanjutkan. Karena tidak ada pekerjaan tersebut, menjadi pertanyaan masyarakat. Tidak ada informasi yang jelas soal kelanjutan pekerjaan pembangunan jembatan.
”Masyarakat sekitar jembatan bingung, adanya proyek jembatan berhenti. Meninggalkan material uruk di bawah jembatan Ganefo saja,” ujar warga Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Giyarto.
Pihaknya tidak paham penyebab berhentinya pekerjaan tersebut. ”Faktor hujan atau apa, kami belum tahu. Semestinya ada penjelasan biar masyarakat mudeng (paham),” bebernya.
Camat Ngrampal, Joko Hendang Murdono menjelaskan, secara teknis pembangunan jembatan tersebut menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Perencanaan penganggaran berada di pihak pemerintah provinsi.
”Pekerjaan termin pertama masih sebatas yang ada. Dulu waktu akhir tahun dengan orang provinsi, pekerjaannya memang multi years. Sepertinya berhenti setahun. Apa nanti dilanjutkan 2022 belum ada kabar, tapi biasanya ketika ada pekerjaan dari pihak ketiga mengirimkan pemberitahuan,” jelas Joko.
Menurutnya keberlanjutannya bisa dipantau di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Namun dia yakin bakal dilanjutkan sampai tuntas.
”Tunggu saja, masak provinsi cuma bangun setengah-setengah, Cuma kapan waktunya belum tahu pasti,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan banyak masyarakat menunggu pekerjaan tersebut segera selesai. Karena jembatan yang lama cukup sempit dan bergetar ketika dilewati kendaraan besar. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram