Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sering Tergenang Air, RSUD dr. Soeratno Gemolong Buat Sumur Resapan

Damianus Bram • Jumat, 31 Desember 2021 | 15:45 WIB
CEGAH BANJIR: Aset lahan RSUD Gemolong dibuat pembangunan pagar, paving jalan dan sumur resapan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
CEGAH BANJIR: Aset lahan RSUD Gemolong dibuat pembangunan pagar, paving jalan dan sumur resapan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN Cegah genangan air atau banjir, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeratno Gemolong membuat sumur resapan. Sumur tersebut dibangun di lokasi aset terbengkalai yang baru diserahterimakan tahun ini.

Direktur RSUD Gemolong Kinik Darsono menyampaikan, pihaknya mendapatkan pengalihan aset berupa lahan di sebelah rumah sakit sekitar pertengahan tahun lalu. Karena kondisinya kumuh dan kurang optimal, maka dilakukan sejumlah pekerjaan. Di antaranya pembuatan sumur resapan, pembuatan pagar dan pemasangan paving jalan.

”Itu lahan pengalihan aset, di lahan itu saat saya masuk Oktober lalu. Saya lihat hanya tertutup seng dan terkesan kumuh. Bertepatan dengan penetapan APBD Perubahann 2021 lalu, kami maksimalkan serapan anggaran. Kami buat pagar untuk mengoptimalkan serapan anggaran,” terangnya kemarin.

Pekerjaan memasang pagar selesai dalam 1,5 bulan. Selanjutnya menyesuaikan aturan rumah sakit, yakni pintu masuk IGD tidak boleh sama dengan jalur masuk kendaraan umum. Karena jalur masuk IGD di RSUD Gemolong, menikung 90 derajat, maka dibuat jalur baru dengan pemasangan paving di lahan tersebut.

Lantas di lokasi yang sama dikerjakan pembuatan sumur resapan. Sumur tersebut dibuat setelah mendapat laporan sering banjir atau genangan saat hujan. Setelah dipertimbangkan, dibuat sumur resapan.

”Kami cek nanti Januari sampai Maret sumur ini berfungsi dengan bagus atau tidak. Kalau bagus berarti gedung di sekitar tidak perlu dirombak. Tapi kalau banjir artinya harus dirombak karena tidak layak,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena musim hujan, dan terjadi genangan, kesannya akan kumuh. Pihaknya bersyukur setelah berkali-kali hujan deras akhir-akhir ini, tidak ada masalah dan sumur resapan berfungsi dengan baik.

Soal saluran drainase di luar kawasan RSUD Gemolong menjadi tanggungjawab dinas terkait. Sehingga pihaknya berupa menyelesaikan masalah genangan dari internal RSUD Gemolong sendiri.

”Anggaran tersedia, hanya kejar-kejaran waktu. Untungnya selesai,” terang Kinik.

Pihaknya menyampaikan untuk anggaran pembuatan sumur resapan sekitar Rp 390 juta. Lantas pemasangan pagar sekitar Rp 300 juta. Sedangkan pasang paving untuk IGD kurang dari Rp 30 juta. Meski dalam satu lahan, pekerjaannya tidak jadi satu karena tujuan pembangunan berbeda. Batas waktu pekerjaan hingga 31 Desember ini, namun saat ini sudah rampung.

Dia menjelaskan untuk penataan lahan tersebut masih harus menunggu masterplan. Perkara selanjutnya dibangun sebagai poli rawat inap, poli rawat jalan, atau yang lain menunggu review masterplan dari konsultan pada 2022. (din/adi/dam)
Photo
Photo
Editor : Damianus Bram
#Buat Sumur Resapan #sumur resapan #RSUD dr Soeratno Gemolong