Sebanyak 15 pedagang kuliner dan pelaku UMKM di kawasan wisata Gua Mangkubumi mendapat bantuan gerobak senilai Rp 2 juta. Selain itu untuk mengembangkan kawasan tersebut, Ketua DPRD Sragen Suparno rela merogoh kocek pribadi untuk pemasangan paving dan menyediakan perahu untuk wisata air.
Suparno mengatakan, bantuan penataan dan pavingisasi itu diberikan secara pribadi, termasuk suplai material mulai dari semen, pasir, koral dan kelengkapan lainnya. Pengerjaan dilakukan secara bergotong-royong.
Dia berharap bantuan itu makin memperindah lingkungan Gua Mangkubumi yang saat ini menjadi ikon wisata sejarah di wilayah Masaran.
”Masih ada peluang pengembangan fasilitas seperti wisata air, fasilitas kolam renang, dan flying fox. Selain itu lokasi bisa ditata untuk kegiatan event maupun turnamen,” kata Suparno, kemarin (30/12).
Namun tetap saja membutuhkan waktu agar bisa terus berkembang. ”Mungkin tidak cukup dalam satu tahun karena anggarannya gotong-royong. Ini adalah rancangan saya. Karena ini adalah tempat bersejarah sekaligus tonggak sejarah berdirinya Sukowati dan titik nolnya Eyang Mangkubumi sehingga Sragen bisa terwujud. Makanya kita wajib diuri-uri,” beber Suparno.
Kepala Desa (Kades) Gebang Jumanto mengaku berterima kasih atas dukungan dan bantuan gerobak serta fasilitas tersebut.
”Mudah-mudahan dengan bantuan ini membawa dampak positif khususnya perekonomian masyarakat desa Gebang. Destinasi wisata di Desa Gebang agar bisa membawa dampak mengangkat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Jumanto menyampaikan, sejak di-launching dua bulan lalu, perkembangan Desa Wisata Gua Mangkubumi cukup menggembirakan. Selama dibuka tiap sepekan sekali di hari Minggu, jumlah pengunjung sekitar 200 orang.
Objek wisata Goa Mangkubumi saat ini menjadi primadona baru lantaran menjadi lokasi wisata sejarah yang ada di Bumi Sukowati. Bahkan selain dipaving, gerbang masuk kini main dipercantik dengan hiasan ornamen payung warna warni. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram