Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Museum Sangiran Sepi, Pedagang-Tukang Ojek Terdampak

Damianus Bram • Sabtu, 12 Februari 2022 | 01:46 WIB
LESU: Tukang ojek menjemput pengunjung untuk diantar ke terminal parkir, Jumat (11/2). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
LESU: Tukang ojek menjemput pengunjung untuk diantar ke terminal parkir, Jumat (11/2). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Manusia Purba Sangiran berdampak pada pendapatan pedagang dan tukang ojek. Pendapatan mereka turut anjlok.

Data Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) menyebutkan, selama Januari lalu, pengunjung Sangiran kurang dari 14 ribu.

Klaster Sangiran mendominasi kunjungan, yakni 13.937 orang. Disusul Klaster Dayu sebanyak 748 pengunjung, Klaster Ngebung 308 pengunjung, Klaster Bukuran hanya dua pengunjung, dan Klaster Manyarejo belum sekalipun dikunjungi.

Koordinator paguyuban ojek Sangiran Sartono menuturkan, karena pengunjung sepi, pada akhir pekan, tukang ojek hanya bisa membawa pulang Rp 50 ribu, sedangkan hari biasa sekitar Rp 15 ribu.

”Ojek mengantar dari gerbang keluar ke lokasi parkir hanya Rp 3 ribu, kalau pengunjung sepi ya (pendapatan) sedikit karena giliran ambil penumpangnya,” ujarnya, Jumat (11/2).

Sartono memastikan setiap tukang ojek beroperasi sesuai jadwal dan aturan yang disepakati. ”Meski sepi, kami tetap stand by. Setiap sif ada 15 tukang ojek,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang suvenir dan kuliner di kompleks museum. Sebagai solusinya, mereka berharap pengunjung dapat diarahkan ke selter kuliner.

Kepala Desa (Kades) Krikilan, Kecamatan Kalijambe Widodo menyampaikan, di situasi pandemi, tingkat ekonomi pengunjung museum juga bisa terdampak.

”Mungkin mereka sekadar ingin jalan-jalan dan menahan keinginan untuk membeli sesuatu. Sebab itu, di masa pemulihan ekonomi, butuh upaya pedagang di museum melakukan inovasi untuk lebih menarik pembeli," jelas dia.

Terpisah, Pamong Budaya Ahli Muda BPSMP Sangiran Dodik Wiranto menjelaskan, sudah ada upaya mengarahkan pengunjung ke selter pedagang di dalam museum.

Tour guide lokal sudah diberi arahan untuk mengajak pengunjung ke selter pedagang. Total untuk tour guide lokal ada sekitar 15 orang,” urainya. (din/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Museum Manusia Purba Sangiran #Balai Pelestarian Situs Manusia Purba #Museum Sangiran #BPSMP #Desa Krikilan Sragen