Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berhadapan dengan Pasar Gemolong, Akses Masuk Pasien RSUD Terganggu

Damianus Bram • Senin, 21 Februari 2022 | 03:36 WIB
BUTUH SOLUSI: Akses masuk RSUD Gemolong sering macet karena aktivitas Pasar Gemolong. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
BUTUH SOLUSI: Akses masuk RSUD Gemolong sering macet karena aktivitas Pasar Gemolong. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Kondisi pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeratno Gemolong dikeluhkan. Utamanya bagi pasien yang akan masuk, lantaran lalu lintas berhadapan langsung dengan Pasar Gemolong yang padat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pintu masuk ke IGD memang satu arus dengan Pasar Gemolong. Melihat situasi tersebut, para petugas rumah sakit mengeluhkan akses pasien yang tersendat. Apalagi pada waktu tertentu bertepatan dengan keramaian pasar Gemolong.

Kasubag Umum Kepegawaian RSUD Gemolong Sugito berharap lalu lintas di akses masuk ke IGD RSUD Gemolong lebih diperhatikan lagi. Utamanya setiap pagi ketika banyak pedagang. ”Repotnya kalau ada pasien yang butuh penanganan cepat,” ujarnya, Minggu (20/2).

Dia menyampaikan, sebenarnya sudah ada peringatan rambu-rambu untuk mobil besar dilarang lewat dan berhenti di lokasi tersebut. Namun kebanyakan tidak digubris karena keperluan bongkar muat pedagang.

”Terutama yang parkir di pinggir jalan sangat mengganggu. Apalagi kalau ada kendaraan ambulans besar, jadi sangat kesulitan. Kasihan pasien juga kan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah berdiskusi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen. Namun sejauh ini belum ke arah amdal lalin. Pada awal Desember sebenarnya mau penertiban lagi, namun karena situasi terpaksa mandeg.

”Kami kewalahan kalau harus bergerak sendiri. Jadi justru kendaraan rumah sakit yang dianggap mengganggu kegiatan pasar,” ujarnya.

Direktur RSUD Gemolong Kinik Darsono menyampaikan, saat ini sudah ada Trans Jateng yang melintas. Namun dari halte cukup jauh untuk menuju RSUD. Sehingga pasien yang naik Trans Jateng Sumberlawang – Solo harus turun dan berjalan dahulu.

”Kami baru ke konsultan transportasi, karena kasihan juga untuk pasien harus jalan,” ujarnya.

Pihaknya berharap ada bus yang masuk ke area rumah sakit. Jadi dibuatkan halte seperti di bandara atau terminal wisata di Sangiran.

”Karena kan pasien itu kalau sakit dan berjalan kemari ya terhitung jauh. Itu saya rasa harus dipikirkan,” ujarnya.

Dia menuturkan kultur masyarakat untuk berobat masih mindset lama. Sepeti sudah daftar online untuk periksa dan tidak perlu datang pagi. Tapi masih saja datang pagi karena khawatir tidak kebagian periksa. Sehingga banyak yang belum sarapan dan sebagainya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Akses Pasien RSUD Gemolong Terganggu #Pasar Gemolong #RSUD dr Soeratno Gemolong