Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lirik Potensi Pasar Tambak, Inisiatif Buat Pemancingan

Damianus Bram • Senin, 21 Maret 2022 | 04:38 WIB
RAMAI: Pemancingan di Pasar Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
RAMAI: Pemancingan di Pasar Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Kawasan pasar Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo mulai berbenah. Dengan dibuatnya kolam pemancingan Tambakrejo, diharapkan bisa menarik warga sekitar dan luar Sragen untuk singgah di pasar tambak. Dengan demikian, bisa menjalankan roda ekonomi warga sekitar.

Kolam pemancingan tersebut berada di sekitar Pasar Tambak. Tradisi Pasar Tambak memang cukup unik, yakni pasar yang dihelat delapan tahun sekali pada bulan Suro. Pasar yang menjajakan keperluan pertanian tradisional dan dapur ini hanya buka pada minggu pertama bulan Suro, pasaran malam Wage. Namun agar lebih bermanfaat, warga berinisiasi membuat kolam pemancingan di dekat lokasi tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Sragen Faturohman menyampaikan, kolam pemancingan tersebut resmi dibuka kemarin (20/3) ini. Bibit ikan nila seberat 1 ton sudah dipersiapkan. Hadirnya kolam pemancingan tersebut memang atas inisiatif warga sekitar. Ada sekitar 200 peserta baik dari luar kota maupun Sragen ikut dalam kegiatan memancing bersama ini.

”Disiapkan hadiah total Rp 10 juta, pesertanya baik dari lokal maupun kabupaten sekitar. Dari eks Karesidenan Surakarta sampai Ngawi dan Madiun Jawa Timur,” terangnya.

Dia menjelaskan rencananya digelar kegiatan mancing baik harian maupun event-event khusus kedepannya. Sehingga roda perekonomian bisa terus berjalan bagi masyarakat sekitar.

Ketua Fraksi PKB tersebut turut mendukung dan mengawasi pembangunan kolam pancing itu. Dia menjelaskan luasannya sekitar 150x18 meter. Sedangkan kedalaman antara 140-150 sentimeter. Kawasan tersebut merupakan aset desa dan bisa terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah Kabupaten Sragen.

Ketua Ketua DPRD Sragen Suparno mengapresiasi inisiasi membuat kolam pemancingan tersebut. Hal itu dinilai membawa dampak yang positif.

”Jadi di saat dampak pandemi ini tentu banyak yang kelelahan tentu banyak yang membutuhkan tempat tempat yang sifatnya refresing. Tidak sekadar untuk refresing tentu ada semangat untuk tergugah dan bangkit lagi dalam pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Lantas dengan ini menjadi salah satu potensi desa dan paling tidak meningkatkan kemandirian desa. Hendaknya desa berlomba-lomba untuk bagaimana menciptakan suatu pendapatan.

”Luar biasa tadi saya lihat ada 200 lebih peserta dengan satu tiket Rp  200 ribu, pendapatan kurang lebih 200 juta, dan juga bisa menperdayakan masyarakat untuk tempat parkir dan kuliner yang ada,” ungkapnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Tradisi Pasar Tambak #Kolam Pemancingan Tambakrejo #pasar tambak