Dalam prosesi itu, para ibu- ibu terlihat membawa buah-buahan dan sayuran. Selain itu ada juga beberapa anak yang mendampingi. Lantas diarak menuju sebuah sumur di persawahan. Hal itu sebagai bentuk rasa sukur bahwa semua yang hidup di alam ini semua membutuhkan air.
Tokoh masyarakat Tanon Endro Supriyadi menyampaikan, prosesi ini guna memberi pemahaman terhadap anak usia dini tentang pentingnya air. Dia mengajak masyarakat kususnya anak-anak untuk menjaga kelestarian sumur tua yang masih dianggap keramat oleh warga setempat.
”Kegiatan ini untuk mengungkapkan rasa sukur atas ketersediaan dan manfaat air. Buah-buahan dan sayuran hasil bumi yang semuanya bersumber dari tanah dan ketersediaan air,” ujarnya.
Lantas warga menggelar doa bersama. Usai melakukan doa bersama para ibu-ibu mengambil air dari dalam sumur untuk dibawa pulang dan akan digunakan untuk memasak mandi dan mencuci.
Sedangkan anak-anak dimandikan di sumur tersebut dengan tujuan agar mereka selalu teringat bahwa air perlu dijaga untuk kelangsungan kehidupan manusia, untuk hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kemudian hasil bumi dan makanan yang sudah disediakan segera dibagikan ke masyarakat.
Ketua GP Ansor Sragen ini juga menyampaikan aksi ini dalam rangka memperingati hari air sedunia. Lantas mengajak anak-anak agar mereka mengerti pentingnya dan manfaat air.
Sementara itu warga Desa Jono Heri Wijayanto mengaku, antusias dengan kegiatan yang digelar. Meski dia baru pertama kali, namun banyak manfaat dan hikmah yang diambil. Selain itu sayuran yang didapatnya dari kegiatan tersebut rencananya akan dimasak dan dimakan bersama keluarga. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram