Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan kesiapan pembangunan jembatan pada akhir pekan lalu. Jembatan yang melintas di WKO tersebut sementara masih ada kendala lahan yang belum dibebaskan. Namun pihaknya optimistis segera terselesaikan.
”Saya lihat sendiri dan berdoa, semoga harapan dan keinginan jembatan ini bisa terwujud. Bermanfaat bagi warga Gilirejo, Gilirejo Baru, Miri dan warga Sragen pada umumnya,” terangnya di sela melihat kesiapan lokasi di WKO akhir pekan lalu.
Desa Gilirejo Baru merupakan wilayah terisolasi. Untuk menuju desa tersebut melalui jalan darat melewati wilayah Watugede, Kabupaten Boyolali. Lantaran wilayah itu terpisah dari Kabupaten Sragen akibat pembangunan WKO di waktu lampau.
Setelah cukup lama direncanakan, akhirnya jembatan tersebut mulai terealisasi tahun ini. Jembatan yang rencananya membentang sejauh 900 meter ini bisa membuka akses ke desa terpencil itu. Selain itu lebarnya mencapai 7 meter. Anggarannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
”Anggaran Rp 15 miliar itu untuk membangun abutment dan satu tiang pancang. Kalau sudah jadi, ekonomi bangkit pariwisata juga,” imbuh bupati.
Yuni berharap jembatan tersebut bisa selesai pada 2025 mendatang. Total biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan proyek jembatan ini sekitar Rp 80 miliar. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram