Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tanah di Ngasinan, Kecamatan Gemolong Bergerak 4 Meter

Damianus Bram • Selasa, 19 April 2022 | 02:54 WIB
EVAKUASI: Jalan Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong yang rusak akibat tanah gerak. Satu rumah ikut rusak. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
EVAKUASI: Jalan Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong yang rusak akibat tanah gerak. Satu rumah ikut rusak. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
SRAGEN – Lahan pekarangan milik Sudarin di Ngasinan, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong bergeser sejauh 4 meter, Kamis (14/4). Hal itu mengakibatkan rumahnya tak bisa ditempati. Selain itu jalan desa setempat ikut rusak.

Pengerukan dilakukan sebagai langkah antisipasi kerusakan yang lebih luas. Hingga Senin (18/4), rumah Sudarin tidak bisa ditempati karena kondisinya miring. Sementara jalan desa setempat retak-retak di beberapa titik.

Tanah di lokasi tersebut bergeser dengan kedalaman sekitar 4 meter dan panjang sekitar 100 meter. Sedangkan bagian tanah yang lain naik sekitar 50 sentimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen Agus Cahyono menyampaikan, kondisi itu karena kontur tanahnya gerak. Secara umum wilayah Kabupaten Sragen rawan longsor katerori sedang, termasuk Kecamatan Gemolong. Sedangkan yang cukup parah di wilayah Kecamatan Sambirejo dan Kalijambe.

”Kalau kejadian di Gemolong itu penyebabnya karena hujan. Untuk bencana tanah gerak tidak harus sungai. Selama tanah labil bisa terjadi tanah gerak,” ujarnya, kemarin.

Lantas untuk penanganan sementara, hanya bagian rumah yang rusak dibongkar secara mandiri. Sementara jalan yang rusak kebetulan itu masuk jalan desa.

”Penanganan tanah gerak menunggu sampai tidak ada pergerakan tanah akibat hujan. Termasuk tindak lanjut tanah longsor di Desa Ngebung yang meski sudah parah, tapi saat ini masih berpotensi hujan,” terang Agus.

Kepala Desa (Kades) Purworejo Ngadiyanto atau lebih akrab disapa Dipo menyampaikan sudah dilakukan pengerukan bersama anggota TNI.

”Tadi saya cek ke rumah yang rusak. Sudah diupayakan evakuasi dengan mengeruk bersama anggota TNI. Biar tidak semakin parah, langkah antisipasi,” terangnya.

Soal penyebab kejadian tersebut, Dipo mengaku tidak tahu menahu. Hanya saja dia menilai kejadian tersebut adalah tanah geser. Namun jarang terjadi di wilayah Kecamatan Gemolong.

”Memang sebelum kejadian sempat hujan, tapi lokasinya juga jauh dari sungai,” jelasnya.

Dia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerusakan atau kerugian material hanya bangunan belakang rumah. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#desa purworejo #BPBD Sragen #Tanah Bergerak di Ngasinan