Sebelum diwisuda, para wajib menjalani ujian Kaidah Bahasa Arab oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen Kyai Abdullah Afandi, ustad Muhammad Nurul Mahdy, dan ustad Ahmad Syaifullah.
Setelah itu, tahfidz santri putra diuji oleh Imam Besar Masjid Raya Al Falah Sragen ustad Mufti Aziz Al Hafidz, ustad Rispandi, dan ustad Anshorullah. Sedangkan santri putri diuji ustazah Hindun, ustazah Lutfy Hanum Hanifah, dan ustazah Siti Marfu’ah.
Menariknya, wisuda juga dihadiri Bupati Karanganyar Yuliatmono sebagai kader Muhammadiyah. Didampingi Wakil Ketua DPRD Sragen Pujono Elly Bayu Effendi. Disaksikan para wali santri, dan diselingi penyerahan wakaf dari Geprek Grup.
“Ketika anak-anaknya menjadi seorang hafidz, orang tuanya akan mendapat keberkahan yang luar biasa. Mudah-mudahan menjadi kader Muhammadiyah yang hebat,” kata Yuli (sapaan akrab Yuliatmono).
Direktur Ponpes Dimsa Kyai Ali Rosyidi menjelaskan, pihaknya berusaha untuk melaksanakan amanah dari para wali santri. Yakni mengantar para santri menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Selain itu, juga menjalankan amanah dari PDM Sragen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas para santri. Diwujudkan dengan dibuka MA Darul Ihsan, tahun ini.
“Insya Allah kami kelola madrasah sebaik-baiknya. Amanat dari pimpinan daerah, agar aliyah kami menjadi percontohan di Jawa Tengah. Semoga menjadi MA unggulan di Jawa Tengah,” katanya.
Ketua PDM Sragen Kyai Abdullah Afandi menambahkan, Ponpes Dimsa merupakan tempat yang tepat untuk belajar Alquran. “Saya ikut menguji. Saya memahami, bahwa anak-anak luar biasa. Khususnya nahwu shorof. Saat kami tes, semuanya betul,” pujinya.
Bekal ilmu tersebut, lanjut Abdullah, bisa untuk mempelajari kitab salaf. Selain itu, dia menyarankan agar para santri SMP melanjutkan pendidikan ke MA Dahrul Ihsan. “Mudah-mudahan pembangunan fisik madrasah segera selesai,” harapnya. (din/fer) Editor : Damianus Bram