Itu ditegaskan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, pada upacara puncak peringatan Hari Jadi Ke-276 Kabupaten Sragen di Alun-Alun Sasana Langen Putra, Jumat (27/5).
Seluruh peserta upacara yang terdiri dari unsur forkompimda, aparatur sipil negara (ASN), dan elemen lainnya mengenakan pakaian adat Jawa. Pun dengan bahasa yang digunakan.
Upacara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat Kabupaten Sragen yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwardi.
Bupati Yuni yang didaulat sebagai pembina upacara menuturkan, peringatan Hari Jadi Sragen menjadi momentum seluruh lapisan masyarakat menggelorakan gotong royong mewujudkan Bumi Sukowati yang maju dan sejahtera. Bersama-sama menyelesaikan tantangan zaman.
”Saya berharap masyarakat Sragen senantiasa guyub rukun. Kabupaten Sragen maju, masyarakat sejahtera. Ini semua bisa diwujudkan apabila bergotong royong," ujar dia.
Semangat tersebut, lanjut bupati, sesuai dengan tema Hari Jadi Sragen, yakni "Gelorakan Gotong Royong Membangun Bumi Sukowati”. Diakui Yuni, pemerintah tidak bisa membangun Sragen tanpa sengkuyung doa dan partisipasi aktif masyarakat.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada karena pandemi belum berakhir dan kini disusul kemunculan hepatitis akut misterius, penyakit mulut dan kukut (PMK) yang menyerang hewan ternak berkaki belah.
”Meskipun di Sragen belum ada kasus hepatitis akut misterius, tetapi harus waspada. Termasuk PMK. Semua itu sebenarnya dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan selalu bersih,” ucap dia.
Rampung upacara, dilanjutkan pemberian bantuan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) senilai Rp 1 miliar dari Bank Jateng Cabang Sragen.
Direktur Bank Jateng Cabang Sragen Yunus Anis menerangkan, bantuan tersebut untuk kembali menumbuhkan ekonomi yang terdampak pandemi. “Kami siap membantu Pemkab Sragen untuk menumbuhkembangkan sektor UMKM,” jelas dia. (din/wa/dam) Editor : Damianus Bram