Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, korban bernama Rajiyem, 58, warga Dukuh Pilangan Rt 20, Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Korban ditemukan sekitar pukul 06.30 di tepi bengawan Solo. Selanjutnya pada pukul 07.10 tim identifikasi, reskrim, intel, kesehatan dari Polres Sragen sudah mendatangi tempat kejadian perkara.
Kepala Desa (Kades) Kecik, Sukidi menyampaikan kejadian tersebut terjadi di Dukuh Pilangan RT 20, Desa Kecik. Berdasarkan pemeriksaan dari tim Inafis dan tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Tanon tidak ditemukan tanda tanda penganiaayaan. Namun ada dugaan korban terpeleset, dan itu bisa dilihat dari bekas tanah di sekitar lokasi korban ditemukan.
"Berdasarkan laporan korban sudah tidak ada di rumah sejak pukul 02.30 dinihari. Sepeda korban juga tidak ada. Setelah dilakukan pencarian ditemukan sepeda korban berada tidak jauh dari pinggir kali. Dan warga juga menemukan ada jejak kaki. Lalu pencarian dipusatkan di sekitar lokasi tersebut. Lokasi korban ditemukan dengan rumah hanya sekitar 150 meter," terangnya.
Sukidi mengaku tidak tahu alasan korban ke tepi sungai pada saat masih gelap. Pihaknya memastikan pada keluarga korban bahwa tidak ada masalah sebelumnya. ”Karena dari pihak keluarga tidak ada masalah. Keperluan apa ke sungai tidak tahu. Mungkin ke sungai mau buang hajat,” ujarnya.
Lantas setelah dilakukan pencarian, jenazah korban tidak terlalu jauh dari lokasi. Dia memastikan tidak terbawa arus. Namun di lokasi sering terjadi pusaran air, sehingga sulit untuk korban menyelamatkan diri. ”Diduga korban juga tidak bisa berenang,” ujarnya. (din/dam) Editor : Damianus Bram