“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun pembelajaran inovatif serta menyesuaikan proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan pendidikan di abad 21. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah agar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan menyiapkan sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Murni Ramli, Ed.D.
Secara khusus, kegiatan ini membantu memecahkan masalah-masalah yang muncul selama proses pembelajaran. Bentuk kegiatan pelatihan workshop ini dilaksanakan secara daring dan luring setiap hari sabtu pada bulan Mei hingga Juni 2022.
Materi kegiatan terdiri dari pengenalan materi, penyusunan rencana pembelajaran inovatif, penyusunan instrumen penilaian berbasis high order thinking skills (HOTs) dan learning progression, serta pemanfaatan sumber belajar berbasis potensi lokal. Secara keseluruhan kegiatan workshop dilaksanakan dalam 32 jam.
Kegiatan minggu pertama dilaksanakan pada 21 Mei 2022 secara luring yang bertempat di SMAN 2 Sragen. Kegiatan meliputi pengenalan materi yang dibawakan oleh ketua tim pengabdian masyarakat Murni Ramli, Ed.D. Topik minggu pertama ini dimulai dengan pengukuran kemampuan awal para peserta workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi model-model pembelajaran inovatif dan pembelajaran berbasis science, technology, engineering, and mathematic (STEM).
Kegiatan dilanjutkan setiap minggu dengan beberapa pemateri yaitu Dr. Sri Widoretno, M.Pd. dan Kistantia Elok Mumpuni, M.Pd. dengan materi penyusunan RPP Inovatif). Lalu Dr. Baskoro Adi Prayitno, M.Pd. dan Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd. dengan materi Bedah Assessment HOTs. Dan ditutup oleh Dr. Sri Dwiastuti dan Chandra Adi Prabowo, M.Pd yang membawakan materi pemanfaaatan sumber belajar berbasis potensi lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan luring workshop ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Seluruh peserta mendapatkan berbagai alat pelindung diri berupa masker, faceshield, hand sanitizer, serta menjalani pemeriksaan suhu sebelum mengikuti kegiatan. (*) Editor : Damianus Bram