Aksi nekat Sastro dilakukan sekitar pukul 11.30. Di hadapan keponakan yang mengantarnya, dia melompat ke Bengawan Solo di kolong Jembatan Sapen Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen.
Riyan, 16, keponakan Sastro menceritakan, pamannya meminta diantar ke Jembatan Sapen. Sang paman ingin membuang jimat pusaka. Setipa di lokasi, Sastro turun dari motor. Lalu berjalan masuk ke kolong jembatan.
Tiba-tiba korban loncat ke sungai dengan arus yang cukup deras. Karena kaget, keponakannya sempat berusaha mengejar dan meraih kerah baju korban. Tetapi tidak kuat lantaran tubuh korban lebih besar. Sehingga korban terlepas dan terbawa arus ke dalam sungai Bengawan Solo.
Kasi Humas AKP Ari Pujiantoro menyampaikan, hingga kemarin malam, tim gabungan terus mencari korban. Ada pun ciri-cirinya berkulit sawo matang, rambut pendek ikal, tinggi 170 sentimeter (cm) serta berat badan 60 kilogram (kg).
Saat kejadian, pakaian yang dikenakan korban yakni kaos partai warna putih dengan celana pendek warna coklat.
”Polsek Sragen kota dan Polsek Gesi berkoordinasi dan bersama-sama mendatangi TKP. Kemudian berkoordinasi dengan tim SAR untuk pencarian korban,” terangnya.
Terkait proses pencarian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen Agus Cahyono menyampaikan hingga pukul 18.00 kondisi korban masih dalam pencarian. Korban sempat terseret pusaran air. Sehingga dilakukan operasi SAR gabungan laka Air. ”Sementara belum ada kabar ditemukan,” jelasnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram