Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Sragen Agus Cahyono menyampaikan, informasi BMKG, cuaca buruk terjadi antara 15-21 Oktober. Namun cuaca cukup dinamis dan pihaknya memilih tetap siaga. Sembari menunggu peringatan menyesuaikan info BMKG terbaru.
”Kami update setiap saat, situasi dari BMKG terkait pantauan radar cuaca dan sebagainya. Sragen posisi waspada, dengan klasifikasi ancamannya sedang,” kata Agus, kemarin (20/10).
Demikian juga untuk titik lokasi bencana tidak bisa diperkirakan. Sehingga ancaman bencana berpotensi menyeluruh di semua wilayah Kabupaten Sragen. ”Misalnya awalnya diperkirakan hanya empat kecamatan, tapi bisa meluas dengan melihat hujan, awan dan potensi angin. Maka kami bersiap sesuai update BMKG,” tandasnya.
Namun yang jelas di Sragen tipe bencana yakni hidrometrologi basah. Seperti banjir dan tanah longsor. Untuk mengantisipasi banjir, pihaknya berkoordinasi dengan balai besar wilayah sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Selain juga terus kontak dengan daerah hulu sungai. Termasuk mewaspadai anak Sungai Bengawan Solo di Sragen.
”Seperti akhir-akhir ini pantau dan kordinasi dengan Pos Jurug dan memantau tinggi permukaan air,” terangnya.
Sementara sebaran daerah rawan longsor di wilayah Kecamatan Sambirejo dan Kecamatan Kalijambe. Pihaknya juga mewaspadai untuk daerah aliran sungai (DAS) yang juga memungkinkan terjadi longsor. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (19/10) hanya terdapat satu pohon yang tumbang. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram