Proyek tersebut didanai dari anggaran APBD Perubahan 2022 senilai Rp 905.998.000. Dikerjakan CV Abadi Rakyat. Belum sempat jadi, justru menuai protes dari warga. Karena pembangunannya tidak mengarah ke Sungai Bengawan Solo. Alhasil air disertai lumpur dari drainase justru menimbun tanaman tebu milik Wartono, warga Sidodadi RT 18, Desa Katelan, Tangen.
“Tanaman tebu saya tertimbun air bercampur lumpur. Asalnya dari proyek saluran drainase. Saya kira proyek ini janggal. Karena di papan proyek tertera, pembangunan saluran drainase RSUD Sukowati Tangen terhubung langsung ke sungai,” keluh Wartono, Jumat (4/11).
Kenyataannya, pengerukan drainase hanya sampai lahan tebu milik Wartono. “Kalau terus dibiarkan, lahan tebu saya jadi korban. Apalagi sekarang musim penghujan. Bisa gagal panen,” uajrnya.
Wartono mengaku sudah melaporkan fakta tersebut ke kepala Desa Katelan. Rencananya, pemerintah desa (pemdes) setempat akan memediasi Wartono dengan pimpinan CV Abadi Rakyat. Untuk meminta klarifikasi terkait pembangunan drainase tersebut.
Selain Wartono, lumpur proyek drainase juga menimbun lahan milik Sardi dan Sukro, warga Desa Katelan lainnya. “Bukan cuma saya, banyak pemilik lahan lainnya yang terdampak. Kami akan bersama-sama protes ke CV Abadi Rakyat. Karena dampaknya sangat kelihatan, lahan tebu tertimbun lumpur,” bebernya.
Sebelumnya, proyek ini sempat diprotes warga Dusun Bandung RT 13, Desa Katelan, karena saluran melintasi depan rumah mereka. Karena penolakan tersebut, CV Abadi Rakyat mencari lokasi baru. Dilewatkan tanah milik Perhutani, yang berbatasan langsung dengan lahan tebu milik warga.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Sukowati Tangen dr. Wisnu Retnaningsih mengaku proyek drainase tersebut tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Sragen. “Proyek drainase langsung DPU PR, saya tidak paham,” hematnya.
Sedangkan perwakilan CV Abadi Rakyat Susilo mengaku, sudah menerima laporan tersebut dari warga. Kemarin, dilakukan mediasi dengan DPUPR untuk membahas protes warga tersebut. “Kami bahas dengan dinas teknis hari ini (kemarin) untuk tindak lanjutnya,” bebernya. (din/fer/dam) Editor : Damianus Bram