Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Angkat Potensi Situs Purba di Desa Manyarejo, Plupuh, Sragen: Giatkan Event Pasar Budaya

Damianus Bram • Minggu, 20 November 2022 | 17:40 WIB
FOSIL PURBAKALA: Warga ambil bagian dalam Para Budaya Krajan di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, 10 November lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
FOSIL PURBAKALA: Warga ambil bagian dalam Para Budaya Krajan di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, 10 November lalu. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen masuk kawasan situs purbakala. Bahkan di sana juga terdapat Museum Klaster Manyarejo. Sayangnya, tidak setenar pendahulunya, yakni Museum Sangiran di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe. Tak heran Pemerintah Desa (Pemdes) Manyarejo berusaha mengangkat pamor wilayahnya, supaya bisa mendekati pamor Sangiran.

Sejatinya, cukup banyak potensi yang ada di Desa Manyarejo. Selain Museum Klaster Manyarejo, ada kuliner tradisional, pertanian, kesenian, kawasan purbakala, temuan fosil, hingga sejumlah event menarik yang digelar rutin tiap bulannya.

“Kami sinkronkan potensi yang ada dengan melibatkan berbagai pihak. Kita sepakat mengangkat dan menampilkan dalam kegiatan pasar budaya. Upaya riil diwujudkan melalui Pasar Budaya Krajan,” terang salah seorang perangkat Desa Manyarejo Paimin, kemarin (19/11).

Diakui Paimin, Pasar Budaya Krajan ini berkaca dari gelaran serupa di desa lainnya di Bumi Sukowati. Apalagi mampu menyedot animo tinggi dari masyarakat.

“Kami awali pada 2020 lalu. Baru sekali, lalu datang pademi Covid-19. Kemudian 2011 kali konsep sebulan dua kali,” imbuhnya.

Pasar Budaya Krajan mulai menggeliat, setelah mendapat pendampingan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Hanya saja, tidak lagi digelar rutin tiap bulan. Melainkan hanya saat ada event-event besar saja. Supaya memberikan kesan lebih mendalam bagi masyarakat.

“Kami gelar saat peringatan Hari Purbakala, 14 Juni 2021 lalu. Tahun ini, kami gelar sebulan penuh, mulai 1-27 November,” jelasnya.

Melihat peluang tersebut, warga Manyarejo meminta agar Pasar Budaya Krajan digelar sebulan sekali. Terhitung mulai tahun depan. Diperkirakan akan diselenggarakan tiap Minggu Pahing (penanggalan Jawa). Namun, usulan tersebut harus dikaji dulu dengan banyak pihak. Baik tokoh masyarakat maupun pelaku seni.

Nah, dalam usulan tersebut warga minta diakomodasi untuk berjualan kuliner dan kerajian tradisional. Sejauh ini terdapat 21 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dtampung usulannya.  Belum termasuk para pelaku seni budaya yang jumlahnya mencapai puluhan orang.

“Nanti bisa memanfaatkan halaman Museum Manyarejo hingga pelataran halaman Mbah Bayan Tugi. Luas lahan untuk Pasar Budaya Krajan sekitar 1.000 meter persegi. Tetap kami konsep secara tradisional,” beber Paimin.

Sementara itu, Pemdes Manyarejo juga berniat mengembangkan potensi wisata di Dusun Bojong. Jaraknya hanya sekitar 400 meter dari Pasar Budaya Krajan. Di sana telah ditemukan fosil kaki gajah purba, seukuran paha manusia dewasa.

“Kami layangkan surat ke BPSMP (Balai Pelestarian Situs Manusia Purba) Sangiran terkait temuan fosil ini. Jika diizinkan, bisa menjadi wahana wisata edukasi,” ungkapnya.

Komitmen pelestarian situs purbakala ini mengandalkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Perkumpulan Brayat Krajan Sangiran. “Sudah berbadan hukum, bergerak di bidang nonprovit. Prosedur cagar budaya harus dipatuhi. Sebagai kawasan situs purbakala, kami berharap bisa meningkatkan perekonomi masyarakat,” bebernya. (din/fer) Editor : Damianus Bram
#Museum Klaster Manyarejo #Desa Manyarejo #Museum Sangiran #Situs Purba