Pelaksana tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Sragen Budi Yuliarno saat dikonfirmasi tidak menampik hal itu. Budi mengungkapkan, lima tahanan tersebut kabur sekira pukul 02.00. Rinciannya empat tahanan kasus pidana umum dan satu tahanan kasus narkoba.
”Terkait kronologi masih diselidiki. Pastinya kami sudah gerak cepat dengan berkoordinasi dengan Polres Sragen untuk menangkap mereka,” kata Budi, Selasa (22/11).
Budi menambahkan, melihat situasi tersebut, langsung dibentuk delapan tim pemburu. Mereka disebar untuk kembali menangkap lima tahanan tersebut. Sekaligus menetapkannya sebagai buronan.
”Dari internal lapas, kami juga membentuk delapan tim yang masing-masing beranggotakan delapan orang yang bertugas untuk mengejar lima tahanan yang kabur itu. Tim kami bekerja 24 jam,” ujarnya.
Budi mengungkapkan, jumlah napi dan tahanan di Lapas Kelas II Sragen saat ini mencapai 465 orang. Dari sejumlah itu, 59 orang di antaranya termasuk kategori tahanan. ”Lima orang yang kabur itu bagian mereka,” tuturnya.
Budi mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Jika ada orang mencurigakan segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Sekadar informasi, kasus tahanan kabur di Lapas Kelas II Sragen juga pernah terjadi pada Juli 2019 silam. Saat itu, satu tahanan anak juga berhasil kabur setelah menjebol plafon salah satu blok lapas setempat. Anak residivis kasus pencurian itu sudah hafal dengan kondisi lapas. Bahkan sudah dua kali masuk untuk menjalani tahanan. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram