Ketua Palang Merah Indonesi (PMI) Kabupaten Sragen Ismail Joko Sutresno menyampaikan, wujud kepedulian sekaligus tugas kemanusiaan, PMI Sragen mengambil peran. Pihaknya menghimpun bantuan dengan berkoordinasi dengan PMI Jawa Tengah.
”Waktu awal kejadian, belum ada bantuan yang masuk. Kami segera koordinasi dengan PMI Jateng dan PMI kabupaten lainnya untuk menyumbang Rp 10 juta dan dihimpun di sana,” ujarnya, Senin (28/11).
Pihaknya saat ini juga menghimpun donasi untuk bantuan korban bencana. Sementara sudah terkumpul Rp 20 juta. ”Kami buka donasi sampai akhir Desember dan dikoordinir PMI Jawa Tengah. Di sana juga banyak tempat ibadah dan sekolah rusak yang tidak dapat dana perbaikan pemerintah, kami koordinasi dengan (PMI,Red) yang di Cianjur,” jelas Ismail.
Selain uang, ada juga yang menyumbang beras dan mi instan. Namun untuk pengiriman masih menunggu terkumpul cukup banyak. ”Mi baru dua kardus dan beras ada dua sak. Kami tunggu kalau barang terkumpul cukup,” ujar dia.
Kepala markas PMI Sragen Muhammad Nanta Dwi Saputra menambahkan, untuk bantuan, masyarakat bisa mengantar ke markas PMI Sragen. Selain itu untuk lebih mempermudah donasi, bisa dikirim melalui QRIS.
”Jadi kami bisa layani donasi lewat QRIS, supaya lebih mudah sesuai dengan perkembangan teknologi,” terangnya.
Nanta menyampaikan, saat ini tenaga relawan di Cianjur dirasa cukup. Namun jika sewaktu-waktu dibutuhkan, relawan PMI Sragen siap ditugaskan di lokasi bencana.
”Kebetulan daerah Bandung dan sekitarnya sudah. Saat ini juga sudah ada surat untuk inventarisasi relawan,” terangnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram