Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno menyampaikan, pembangunan tersebut untuk memaksimalkan ruang. Seperti bagian bawah belakang untuk parkir. Sedangkan di bagian depan untuk kantor pengurus. Sementara bagian atas untuk aula dan kantor markas PMI.
”Karena pengurus PMI belum punya kantor. Karena di kantor sekarang belum representatif,” terangnya, Kamis (8/12).
Sedangkan gedung saat ini kedepan agar dimaksimalkan sebagai tempat pelayanan unit tranfusi darah. Kecuali bagian timur tetap dijadikan posko relawan. Bangunan utama saat ini dimaksimalkan sebagai unit tranfusi darah.
”Karena kami kedepan untuk fraksionasi plasma. Itu plasma akan kita kirim ke PMI pusat sebagai bahan baku obat,” bebernya.
Ismail menjelaskan, pembangunan dimulai sejak Rabu (30/11) lalu. Bupati sudah memberi lampu hijau dan berjanji akan hadir bila bangunan sudah jadi. ”Intern saja peletakan batu pertama. Nanti bupati yang akan meresmikan,” jelasnya.
Untuk anggaran, lanjut dia, sekira Rp 2,9 miliar. Dia menegaskan anggaran tersebut bukan dari APBD Kabupaten Sragen. Tapi swadana dari masyarakat.
”Anggaran pembangunan dari masyarakat. Jadi PMI itu seperti penjelasan ketua PMI pusat, bahwa kita tangan di bawah dan tangan di atas. Artinya kita menghimpun donasi. Setelah terkumpul, kita bantu salurkan,” terang Ismail. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram