Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berharap Perhatian Pemkab Sragen Bagi Penyandang Disabilitas Lebih Ditingkatkan

Damianus Bram • Kamis, 22 Desember 2022 | 05:16 WIB
Perayaan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Sragen, Rabu (21/12). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Perayaan Hari Disabilitas Internasional di Kabupaten Sragen, Rabu (21/12). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Para penyandang disabilitas di Kabupaten Sragen menggelar perayaan Hari Disabilitas Internasional Rabu (21/12). Dalam kegiatan ini, satu hal yang menjadi sorotan yakni perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pada penyandang disabilitas. Mulai dari bantuan pemberdayaan hingga kebutuhan di fasilitas umum.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sragen dr. Finuril Hidayati menyampaikan perayaan seharusnya digelar Sabtu (3/12) lalu. Namun menyesuaikan jadwal pelaksanaan, hingga baru bisa terlaksana saat ini.

Pihaknya menjelaskan ada 16 organisasi penyandang disabilitas. Lantas agar semakin memudahkan koordinasi, dibentuk Forum Organisasi Disabilitas Sragen (Fordis). Kemudian berdasarkan data, ada 7.735 orang se kabupaten Sragen. ”Kondisinya bermacam-macam, ada yang fisik. Ada pula disabilitas intelektual, Netra dan sebagainya,” terangnya.

Lantas dari pemerintah berupaya memberi bantuan untuk usaha ekonomi produktif (UEP). Pada 2022 ini sejumlah 25 orang mendapatkan bantuan modal usaha. Sedangkan penyandang disabilitas tidak produktif mendapat bantuan sejumlah 40 orang. Selain itu dari kementerian Sosial ada bantuan kursi roda.

Selain itu di Kabupaten Sragen ada anggaran Mitra Kesejahteran Rakyat (Matra). Dari pos anggaran tersebut sering menjadi solusi pada situasi tertentu. ”Kami di Pemkab, bersama mitra kita seperti Baznas dan PMI memberi dukungan. Prinsipnya kami ingin mereka mandiri dan berdaya,” terang Finuril.

Lantas untuk 2023 mendatang akan ada bantuan dari APBD Kabupaten Sragen. Masing-masing mendapatkan Rp 2 juta Dengan sasaran penerima UEP sebanyak 25 orang dan Penyandang disabilitas berat sebanyak 50 orang. ”Biasanya kita cairkan 2 kali, untuk bantuan hidup. Selain itu ada bantuan siap makan dari kemensos,” jelasnya.

Kemudian Pemkab Sragen terus melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) terkait fasilitas umum untuk mempermudah disabilitas. Dia menerangkan untuk gedung pemerintah sudah terealisasi. Sedangkan non pemerintah perlu sosialisasi kembali. ”Tempat wisata juga sudah, terutama yang dikelola pemerintah seperti Kemukus dan Bayanan,” terangnya.

Sementara Koordinator Forum Disabilitas Sragen Budiyono menyampaikan ada 500 lebih penyandang disabilitas yang hadir pada kesempatan ini. Dia berharap setiap tahun kegiatan ditingkatkan. ”Ini harinya orang difabel. Kami harap lebih maju terutama di bidang ekonomi kreatif.” ujar dia.

Dia menyampaikan pada umumnya disabilitas punya usaha untuk bertahan hidup. Dia menyampaikan 90 persen memiliki usaha di rumah. Baik menjahit, pijat dan servis elektronik. Sedangkan fasilitas untuk penyandang difabel untuk kantor pemerintahan dinilai baik. ”Kalau wisata, seperti Sangiran kami maklumi. Kalau Kemukus sudah akses, namun masukan untuk ke Musolanya,” jelas dia. (din/dam) Editor : Damianus Bram
#penyandang disabilitas #Dinsos Sragen #hari disabilitas internasional