Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kelurahan Plumbungan Kembangkan Edu Ecotourism lewat Hutan Kota

Damianus Bram • Sabtu, 24 Desember 2022 | 15:00 WIB
BERSIH DAN NYAMAN: Suasana Hutan Kota Sragen di Kelurahan Plumbungan ini akan dikembangkan menjadi wisata edu ecotourism. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
BERSIH DAN NYAMAN: Suasana Hutan Kota Sragen di Kelurahan Plumbungan ini akan dikembangkan menjadi wisata edu ecotourism. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen memiliki kawasan pemukiman cukup padat. Sudah cukup lama mengelola bank sampah, namun saat ini mulai mengembangkan edu ecotourism memanfaatkan hutan kota.

Hutan kota Sragen Harmoni Hijau ini sedianya dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen. Namun lantaran berada di kawasan Kelurahan Plumbungan, warga setempat ikut memaksimalkan potensi tersebut.

Sejauh ini tempat tersebut menjadi lokasi favorit masyarakat sekitar untuk melepas penat. Bisa digunakan untuk bersantai, olahraga maupun kegiatan kemasyarakatan. Seperti lomba kicau burung, berkemah dan sebagainya.

Untuk itu, pemerintah kelurahan dan warga juga mengembangkan potensi pengelolaan sampah yang sudah berlangsung lama. Yakni membuat program kombinasi upaya penanganan sampah dan pengembangan wisata di Hutan Kota Sragen.

Lurah Plumbungan Leila Yunia Kartikawati menyampaikan, saat ini Pemerintah Kelurahan Plumbungan bersama DLH dan corporate social responsibility (CSR) perusahaan setempat serta akademisi mengembangkan edu ecotourism. Yakni wisata alam sekaligus memberi edukasi.

”Jadi harapan kami dengan sudah adanya bank sampah yang telah berjalan, tidak sekadar mengolah sampah saja. Tapi juga kedepan akan menjadi destinasi wisata yang mengedukasi, sekaligus berbaur dengan alam,” terang Leila kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (23/12).

Leila menjelaskan, posisi bank sampah Plumbungan ini berada di dekat hutan kota. Terlebih saat ini hutan kota Plumbungan dijadikan project wisata dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Jadi masyarakat tidak hanya datang berteduh dan rekreasi di hutan kota. Namun juga datang ke bank sampah untuk belajar.

”Tidak hanya rekreasi, tapi juga mencari ilmu dan pengalaman terkait pengelolaan sampah. Konsen kami saat ini menarik wisatawan dalam edukasi pengolahan sampah,” jelasnya.

Dia menambahkan, bank sampah sudah berjalan aktif dalam hal pemilahan sampah. Saat ini tidak hanya memilah sampah yang menjadikan omzet para pengelola. Ketika edu ecotourism berjalan baik, bisa menjadi tambahan omzet.

”Goalnya untuk pemberdayaan masyarakat Plumbungan, sekaligus edukasi,” terang Leila.

Saat ini produk yang dihasilkan yakni barang bekas yang dipilah. Sampah yang bisa diolah dan dijual akan disisihkan untuk ditabung. Setelah dipilah, sampah yang layak jual akan dijadikan pendapatan.

”Ada sampah yang punya nilai ekonomisnya. Soal edukasi, kami akan beri penjelasan sampah yang layak jual dan tidak agar sampah yang punya nilai ekonomis tidak dibuang begitu saja,” terangnya. (din/adi) Editor : Damianus Bram
#Hutan Kota Sragen #hutan kota #edu ecotourism #DLH Sragen