Sungai Cemoro yang melintasi wilayah Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe ini biasanya banyak ditinggali hewan sejenis kerang air tawar. Oleh warga sekitar, kerang kecil ini disebut bukur. Pada waktu-waktu tertentu, bukur cukup melimpah di anak Sungai Bengawan Solo tersebut. Sehingga dipanen setiap satu tahun sekali pada saat musim kemarau.
Oleh masyarakat Sangiran, bukur biasanya dimasak bumbu rica-rica, bumbu asam manis, goreng tepung maupun bumbu balado. Salah satu andalan menu bukur di Sangiran yakni dimasak bumbu asam manis. Soal rasa, tidak perlu diragukan: sangat gurih. Jadi cocok dinikmati dengan nasi panas di setiap waktu. Sedangkan saat digoreng tepung, cocok dinikmati sebagai camilan.
Naryati, 36, warga Sangiran, Desa Krikilan menjelaskan biasanya untuk memasak bukur asam manis memakai sejumlah bumbu dapur seperti jahe, merica, cabai, jeruk, gula Jawa, bawang merah, bawang putih, garam, micin, serai, laos, tomat, hingga kunir.
Proses pertama, bukur dikumpulkan dari sungai. Kemudian dicuci bersih dengan air kran, lalu direbus di panci. Setelah mendidih, lalu diangkat dan langsung diambil dagingnya dari cangkang. Tentunya butuh ketelatenan karena ukurannya cukup kecil.
Setalah dipisahkan, bukur langsung dicuci bersih dengan air bersih. Kemudian meracik bumbu-bumbu rempah yang sudah disiapkan. Setelah semua bumbu di-ulek, langsung digongso di atas wajan dengan minyak goreng. Jika bumbunya sudah mengeluarkan aroma yang sedap, bukur langsung digonso sampai merasuk dan empuk hingga berubah warna kekuning-kuningan. Setidaknya, butuh waktu memasak selama 15 menit agar bukur benar-benar matang.
”Biasanya bukur dimakan bersama nasi yang masih panas dengan piring beralaskan daun pisang,” terang Naryati yang menjual bukur ini.
Dia menyampaikan, selalu ada warga yang pesan. ”Biasanya ada yang pesan matang dan siap dimakan,” kata Naryati.
Karena tergantung musim, masakan dari kerang air tawar tersebut menjadi pendapatan sampingan. Namun hasilnya cukup lumayan. Dalam sehari bisa mendapatkan Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Tergantung pesanan dan hasil bukur yang berhasil ditangkap. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram