Sekretaris Desa (Sekdes) Krikilan Aris Rustyoko menyampaikan, tanah gerak berlangsung sejak musim hujan dalam dua minggu terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan saluran mengalami ambles.
”Kerusakan di Dukuh Sangiran di atas saluran anak Sungai Bengawan Solo dekat Punden Tingkir. Saluran itu menjadi tanggungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sempat disurvei pada 2019 lalu untuk perbaikan. Namun terhambat Covid-19. Selain itu juga berimbas ke jalan desa dan ada satu rumah warga,” ujar Aris, Selasa (14/2/2023).
Pihaknya menuturkan, rumah warga sudah disurvei oleh BPBD dan Dinas Perumahan, Pemukiman Pertanahan dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Kabupaten Sragen. ”Rumah yang rusak di sekitar situ, bagian dapur atau belakang rumah,” terangnya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen Agus Cahyono menyampaikan, pihaknya baru mendapat laporan Selasa (14/2/2023) terkait rumah yang rusak akibat tanah gerak. Namun kejadiannya pada Minggu (5/2/2023) lalu. Tepatnya di Sangiran RT 10, Desa Krikilan. Rumah tersebut milik Suherno, 45.
”Berdasarkan laporan masyarakat telah terjadi pergerakan atau pergeseran masa tanah yang mengakibatkan ruma dan jalan kampung bergerak kebawah dengan panjang sekitar 58 meter dan lebar 50 meter yang mengakibatkan tanah menjadi miring,” terangnya.
Dia menuturkan penyebabnya karena hujan dengan durasi lama. Apalagi tanah di kawasan tersebut labil dan bergeser menuju ke bawah. Tanah di area dapur dan kamar mandi ambles sekira 30 sentimeter (cm). Situasi ini membuat pemilik rumah khawatir tanah gerak semakin parah bila terjadi hujan dengan durasi lama. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram