Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen Catur Sarjanto menyampaikan, selama pekerjaan pembangunan, ring road ditutup mulai dari simpang empat eks Puskesmas Sidoharjo Pungkruk hingga simpang empat SMPN 6 Sragen.
Setelah penutupan dibuka, dishub dan Satlantas Polres Sragen akan membuat rekayasa lalu lintas sebagai konsekuensi atas penutupan ring road utara yang sebelumnya telah dilakukan. Kendaraan berat yang sempat melintas di Beloran, kedepannya akan dialihkan masuk tol. Kendaraan ringan bisa masuk jalur dalam kota hingga Beloran, lalu belok ke Jalan Dr. Sutomo dan masuk ring road utara.
Rencananya ring road utara dibangun sepanjang 3,17 km, terbagi atas sisi barat 1,85 km dan sisi timur 1,32 km. Pembangunan ring road utara itu merupakan bagian dari paket pekerjaan proyek jalan Solo-Gemolong-Purwodadi, dengan nilai kontrak Rp 97,481 miliar.
Selanjutnya untuk pembangunan ring road sisi timur baru akan mulai dikerjakan sepuluh hari setelah Lebaran.
Dengan dibukanya ring road utara, diharapkan lalu lintas kendaraan berat bisa kembali lewat jalan lingkar. Demikian juga kendaraan yang keluar dari arah Gemolong dan pintu ke arah Sambungmacan atau Ngawi.
”Masuknya kembali kendaraan berat ke ring road utara maka akan mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota,” tukasnya.
Sementara pelaksana pekerja proyek di lokasi, Frans mengakui, tinggal merapikan dan memantapkan umur beton.
”Pekerjaan rigid ada yang belum selesai, tapi pasangan batu sudah 80 persen. Nanti setelah Lebaran kami lanjutkan lagi,” ujarnya. (din/nik/dam) Editor : Damianus Bram