Dalam mendidik siswa menjadi seorang pendekar, SH Terate selalu mengadakan tes kenaikan sabuk pada setiap jenjangnya. Beberapa tahap yang dilalui para siswa di antaranya tahap mengikuti latihan sabuk polos/hitam, sabuk merah muda, sabuk hijau, sabuk putih dan terakhir tes pendadaran ini.
Ketua panitia sekaligus koordinator pendadaran wilayah timur SH Terate cabang Sragen Pusat Madiun Deny Fadilah mengatakan, tes pendadaran untuk mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
”Para siswa sabuk putih ini masuk agenda pengesahan di tahun ini,” kata Deni.
Deni menyampaikan, para siswa sabuk putih mengikuti ujian materi baku SH Terate, yakni jurus dasar, senam dasar, ke-SH-an/kerohanian, toya, kripen dan belati. Diikuti 3.393 siswa dari 20 ranting. Pelaksanaan dibagi dua tempat yakni di Lapangan Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo diikuti 1.820 peserta dan di lapangan SBI Gemolong, Kecamatan Gemolong diikuti 1.573 peserta.
”Untuk persiapan tes dilakukan selama dua minggu dengan diikuti siswa dari 20 ranting. Melalui tes ini harapan kami bisa memberikan pembinaan secara fisik dan mental,” jelasnya.
Sementara itu salah satu siswa peserta Pendadaran asal Ranting Sambungmacan, Sudarmin, 60, menyampaikan, dia mengikuti latihan di SH Terate ini mencari Persaudaraan dan kesehatan.
”Saya mengikuti dan gabung di SH Terate untuk menambah saudara, dan juga untuk olahraga,” tandasnya. (din/adi) Editor : Damianus Bram