Tokoh masyarkat Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Tugimin menyampaikan, pengiriman air bersih ke wilayahnya sudah berjalan sekira dua minggu terakhir. Kondisi tidak hanya dirasakan warga Kowang, namun juga beberapa wilayah di sekitarnya.
Dia menyebut, dampak kekeringan ini mulai dirasakan 500-600 kepala keluarga (KK) di Kowang dan sekitarnya. Saat ini bantuan air bersih memang dibutuhkan. Tapi pada umumnya pembangunan sumur lebih dibutuhkan untuk jangka panjang. Pengurus pamsimas di Kowang ini menyampaikan, sebenarnya ada Pamsimas. Namun ketika musim kemarau, debit air tidak cukup bagi warga.
”Debit air kecil sekali, nggak bisa untuk warga. Kemarin kami juga ambil dari desa sekitar yakni Tlogotirto dan Ngargosari, tapi ya memang tidak mencukupi. Kami berharap ada bantuan untuk pembangunan sumur untuk warga di sini,” terangnya, Rabu (5/7/2023).
Dia menambahkan, pamsimas yang ada saat ini sudah berdiri sejak 2009 tidak cukup. Bahkan selama ini ada upaya pencarian sumber ait di 30-40 titik, namun hasilnya tidak maksimal.
”Sekira 30-40 titik, tapi debit air kecil, nggak maksimal,” jelasnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono menjelaskan, permintaan air bersih masih didominasi di Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Tangen. Kemarin (5/7/2023), pihaknya mengirim sejumlah tangki air bersih di dua desa di Sumberlawang. Di antaranya Dukuh Sambirombyong dan Dukuh Bulakrejo di Desa Ngargosari. Selain itu ada empat RT di Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto.
”Kami hari ini kirim lima tangki,” terangnya.
Berdasarkan perkiraan Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi terjadi Agustus mendatang. Pihaknya terus melakukan langkah antisipasi. BPBD sudah mengedarkan surat pada para kepala desa (kades) agar segera mengajukan permintaan air bersih ke BPBD Sragen jika membutuhkan. BPBD Sragen menyiapkan tiga armada mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Sementara wilayah langganan kekeringan di antaranya Gesi, Tangen, Sukodono, Mondokan, Jenar, Sumberlawang, dan Miri. (din/adi)
Kecamatan Langganan Kekeringan di Sragen
- Gesi
- Tangen
- Sukodono
- Mondokan
- Jenar
- Sumberlawang
- Miri