Kecelakaan maut itu melibatkan satu unit mobil Elf dengan nopol K 7534 OF yang dikemudikan Darsikin, 43, warga kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Serta truk tronton dengan nopol H 1981 CA yang disopiri Darto, 52, warga kecamatan Menganti Gresik.
Awalnya, mobil Elf berjalan dari timur menuju ke barat. Mobil itu berisi rombongan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU Kecamatan Ajibarang, Banyumas yang tengah dalam perjalanan pulang dari ziarah Wali Songo di Jombang, Jawa Timur. Setibanya di Tol Solo-Ngawi KM 536+700 B, diduga pengemudi Elf mengantuk. Lalu berpindah lajur hingga lepas kendali. Elf itu kemudian menabrak truk tronton yang melaju di depan.
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Sragen Iptu Irwan Marviyanto menyampaikan, dua orang meninggal akibat kecelakaan tersebut. Selain itu, belasan orang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.
Korban tewas yakni pengemudi Elf Darsikin dan Sukiman, 32, yang merupakan sopir pengganti sekaligus kenek.
”Mobil Elf tersebut mengangkut rombongan kepala MI Maarif asal Kecamatan Ajibarang, Banyumas dengan jumlah penumpang 14 orang,” ujarnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Lembaga Kesehatan PCNU Sragen melalui Tim Ambulans NU segera memberikan bantuan evakuasi. Perwakilan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sragen Totok menyampaikan, dua korban meninggal dunia yaitu sopir dan kenek. Sementara Kepala MI Maarif NU dan pengawas dalam kondisi luka.
"Untuk sejumlah guru masih dirawat di rumah sakit terdekat, termasuk RS Ibnu Sina Sragen. Untuk para korban luka di RS Ibnu Sina ada 4 orang, 6 di RSUD, 3 di RS Amal Sehat,” jelasnya.
Totok menyampaikan, saat ini dua mobil ambulans PCNU Sragen sedang perjalanan ke Jatibarang untuk mengantarkan dua jenazah korban kecelakaan tersebut. ”Saat ini kita sudah perjalanan ke Banyumas mengantarkan dua jenazah korban kecelakaan dan berangkat dari RSUD Sragen pukul 11.30,” kata Totok. (din/ria) Editor : Syahaamah Fikria