RADARSRAGEN.COM – Rombongan Komisi V DPR RI mengunjungi wisata Gunung Kemukus, Selasa (11/7/2023). Pemerintah Kabupaten Sragen berharap ada kucuran dana yang didukung DPR RI untuk pengembangan area Gunung Kemukus.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, dulu Gunung Kemukus dikenal sebagai seks mountain akibat stigma wisata esek-esek di lokasi tersebut. Namun ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Sragen untuk merubah stigma tersebut.
”Kami berupaya membersihkan cerita ini dan meluruskan cerita Pangeran Samudra. Yang mau suami kaya raya, atau mau nyalon DPR RI lagi, atau nyalon bupati periode ke tiga kalau boleh, berziarah ke makam Pangeran Samudra. Dulu ziarah konotasi negatif dengan membasuh diri di sendang ontrowulan dan melakukan ritual seks yang bukan dengan pasangannya,” ujar bupati menerangkan ke para anggota DPR RI.
Kemudian berkaca Surabaya yang berhasil membersihkan Gang Doly, Pemkab Sragen berupaya menghilangkan ritual menyimpang tersebut. Tanpa mengurangi kesakralan situs bersejarah Gunung Kemukus.
”Ini kawasan strategis pariwisata nasional seperti dalam PP nomor 50 tahun 2011, kalau di Sragen meliputi Museum Sangiran, Makam Pangeran Samudra dan Kedung Kancil,” terangnya.
Kemudian pemerintah pusat menganggarkan untuk Gunung Kemukus. Pada awalnya akan dikucurkan Rp 80 miliar. Namun menjadi Rp 48 miliar akibat pandemi. Sehingga ada yang tidak terselesaikan yakni gerbang di Desa Bagor, tempat parkir, TPS 3R dan menara pandang.
”Kami sudah selesai pembelian tanah 2022. Kami harapkan jadi daya dorong dari DPR RI komisi V dan mitranya. Karena waktu diresmikan ibu Puan Maharani dan bapak menteri, beliau menjanjikan dibangun lagi,” ujar dia.
Bupati juga menjelaskan menara pandang masih negosiasi dengan pemilik lahan. Dia berharap 2023 ini sudah selesai. Kemudian untuk memanfaatkan wisata air Waduk Kedung Ombo (WKO). Yuni berharap ada pembangunan untuk dermaga dan berkeliling WKO.
Yuni menyampaikan acara rutin untuk membangkitkan pariwisata juga terus dilaksanakan. Seperti ritual larap kelambu makam Pangeran Samudra yang dicuci dan diperebutkan warga. Selain itu ada upaya peningkatan ekonomi seperti pameran yang dipusatkan di Gunung Kemukus.
”Setelah direvitalisasi PAD kami naik, hingga Juli Rp 228 juta, yang biasanya hanya tercapai Rp 160 juta,” ungkap dia.
Sementara Ketua Komisi V DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras menyampaikan dukungannya untuk menyelesaikan rencana awal pembangunan Gunung Kemukus. Pihaknya berharap kawasan Kemukus menjadi pilot Project secara nasional. Bagaimana pekerjaan terintegrasi bersama-sama.
”Kita berharap bisa kordinasi dengan baik, agar maksimal pencapaiannya,” ujar dia.
Dia menyampaikan usulan bupati pada prinsipnya siap memberikan dukungan anggaran dan berbicara dengan mitra kerja.
Soal jalan, Ketua Komisi V DPR RI ini berharap balai besar mau untuk intervensi pada jalan yang diusulkan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar ditangani. Saat perjalanan dari bandara sampai Gunung Kemukus, masih ada jalan yang belum terselesaikan.
”Kami memahami APBD kabupaten/kota terbatas. Maka APBN kalau bisa intervensi secara langsung,” ujar dia. (din/adi)
Editor : Damianus Bram