Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pembangunan Jembatan Ganefo Penghubung Tangen-Sambungmacan Ditarget Kelar Tahun Ini

Ahmad Khairudin • Sabtu, 29 Juli 2023 | 15:05 WIB
Proses pembangunan Jembatan Ganefo yang menghubungkan Kecamatan Tangen dengan Sambungmacan, kemarin (28/7).
Proses pembangunan Jembatan Ganefo yang menghubungkan Kecamatan Tangen dengan Sambungmacan, kemarin (28/7).

RADARSOLO.COM – Jembatan Ganefo yang menghubungkan Kecamatan Tangen dan Sambungmacan, Sragen sudah dikerjakan. Di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, ditargetkan proyek tersebut selesai tahun ini.

Anggaran pembangunan Jembatan Ganefo sekira Rp 26 miliar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan DPRD Jateng optimistis pengerjaan sesuai target. Sehingga tahun depan jembatan baru sudah bisa dilintasi kendaraan.

Kepala DPUBMCK Provinsi Jateng Hanung Triyono menjelaskan, progres pengerjaan dinilai positif. Saat ini, realisasinya sudah 23,174 persen. Sudah menyentuh bagian bawah, termasuk pembuatan dinding penahan oprit jembatan.

“Dari rencana 14,65 persen, sudah realisasinya 23, 174 persen. Sehingga deviasi sudah plus 8,518 persen,” terangnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menambahkan, Jembatan Ganefo sudah tiga kali dianggarkan. Pada proses pertama, terjadi kegagalan lelang. Kemudian pada penganggaran kedua, ada gangguan konstruksi, sehingga pelaksana kena penalti.

“Saat ini penganggaran yang ketiga kalinya. Progresnya terus kami kejar. Karena kami ingin tahun ini bisa selesai,” papar Hadi.

Sejak awal, legislatif mengusulkan agar desain jembatan dibuat empat lajur. Namun saat ini, desain yang ada hanya dua lajur. Jika dibuat dua lajur, konstruksi tidak besar. Selain itu, anggaran yang dikucurkan terlalu kecil. Sehingga menjadi pertimbangan pelaksana proyek karena anggaran di bawah Rp 50 miliar.

“Karena (anggaran) tidak besar, yang mengerjakan perusahaan menengah. Kendalanya, perusahaan menengah tidak punya alat. Pelaksana butuh alat yang spesifik,” imbuh Hadi.

Hadi mengakui, ada bagian yang harus dibongkar. Karena belum selesai konstruksi, namun pengerjaan sebelumnya sudah berhenti. Situasi tersebut menimbulkan permasalahan pada bagian pilar jembatan.

“Jadi waktu pengajuan anggaran ketiga kemarin, disepakati perubahan desain. Kalau dilanjutkan bahaya. Karena putus di tengah pilar. Seharusnya, yang namanya tiang, tidak boleh putus pembuatannya,” bebernya. (din/fer/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#jembatan ganefo #dprd jateng #sragen