Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Polemik Bantuan Mesin Jahit di Sragen Rampung

Ahmad Khairudin • Selasa, 8 Agustus 2023 | 19:35 WIB
Ilustrasi Mesin Jahit.
Ilustrasi Mesin Jahit.

RADARSRAGEN.COM – Sejumlah warga Kecamatan Karangmalang mendapat bantuan mesin jahit dari aspirasi dari anggota DPRD Sragen. Namun sempat menimbulkan polemik lantaran sempat ditahan dan tidak boleh dibawa pulang. Namun saat ini mesin jahit tersebut akhirnya bisa dibawa pulang masing-masing penerima.

Anggota DPRD Sragen Fathurahman membenarkan bantuan mesin jahit tersebut adalah aspirasi darinya. Terkait pengadaan dan sebagainya, dipenuhi dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen.

”Alat sesuai pengajuan dibelanjakan oleh dinas. Kemudian sebelum diserahkan, dilakukan sosialisasi dan pelatihan, anggarannya juga mengambil sebagian dari aspirasi itu. Misalnya anggaran total Rp 150 juta, diambil sebagian kecil untuk pelatihan itu,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKB Kabupaten Sragen ini menyampaikan, setelah pelatihan, alat jahit tersebut diserahkan ke kelompok. Namun di internal kelompok itu, ada pertentangan. Awalnya ditempatkan di satu tempat sebagai usaha konveksi. Tapi ada 1-2 orang meminta alat jahit tersebut dibawa pulang.

”Saya sudah ingatkan, karena pengajuan kolektif, ya dibetahne setengah tahun dulu, ternyata nggak betah akhirnya alat jahit itu podo diambil,” terangnya.

Dia menambahkan, akhirnya terserah pada penerima bantuan mesin jahit itu. Dia meyakini ada pihak yang menggodok permasalahan bantuan mesin jahit tersebut.

”Bantuannya Sekitar Rp 150 an, ada mesin jahit, ada mesin obras. Cek saja ke dinas terkait,” tandasnya.

Fathurahman menekankan dirinya tidak ada tendensi pada bantuan mesin jahit tersebut. Penerima bantuan juga ada pegawai dari konveksi yang ada di wilayah Kecamatan Karangmalang itu. Awalnya dia berharap mesin jahit bantuan itu ditempatkan dalam satu tempat untuk usaha, setidaknya sesuai kesepakatan.

”Tapi orang yang merasa menerima, ingin dibawa pulang. Akhirnya justru rintisan konveksi tersebut bubar,” selorohnya.

Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan, penerima bantuan mesin jahit harus kelompok. Selain itu tidak semata-mata pemberian, namun ada pelatihan juga. ”Sudah saya cek, ada 21 penerima di satu kelompok konveksi. SOP kita tidak semata-mata tidak langsung memberi alat, ada pelatihan. Karena itu membuka lapangan pekerjaan. Agar bisa dilatih dan mendapatkan hasil,” terangnya. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#Diskumindag Sragen #bantuan mesin jahit #DPRD Sragen