Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Festival Benawi Sonten Kenalkan Potensi Makam Butuh

Ahmad Khairudin • Kamis, 10 Agustus 2023 | 21:10 WIB
TRADISI LOKAL: Festival Benawi Sonten di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Selasa (8/8) untuk mendongkrak kunjungan peziarah Makam Butuh.
TRADISI LOKAL: Festival Benawi Sonten di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Selasa (8/8) untuk mendongkrak kunjungan peziarah Makam Butuh.

RADARSRAGEN.COM – Makam Ki Ageng Butuh di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh diyakini bakal semakin diserbu peziarah. Terlebih setelah pemerintah menggelar Festival Benawi Sonten di wilayah desa setempat, Selasa (8/8). Festival ini bertujuan untuk menjaga tradisi lisan dan kearifan lokal masyarakat sekitar Sungai Bengawan Solo.

Kepala Desa (Kades) Gedongan Maryanto menyampaikan, festival ini bakal semakin menggaungkan nama makam Butuh sebagai salah satu tempat ziarah. Ada makam Joko Tingkir dan ayahnya, yakni Ki Ageng Butuh yang disemayamkan di lokasi tersebut.

”Semoga ke depan pariwisata di tempat kami semakin berkembang. Semakin memajukan ekonomi dengan mendorong UMKM di desa kami,” bebernya, kemarin (9/8).

Maryanto menambahkan, hampir setiap hari ada peziarah yang berkunjung ke makam Ki Ageng Butuh. Apalagi pada akhir pekan baik Jumat, Sabtu, dan Minggu, ada ratusan peziarah.

”Perputaran uang ketika akhir pekan, Sabtu sekira Rp 40 juta. Kalau minggu Rp 50 juta,” ujarnya.

Namun demikian, dia menyayangkan sebagian kondisi jalan masih rusak. Namun pihaknya menyiapkan parkir dan dimanfaatkan ojek warga sekitar. Sejauh ini pengelolaannya belum sampai BUMDES.

”Saat ini kami baru membentuk perdes (peraturan desa) untuk penataan parkir. Selanjutnya setelah perdes jadi, pengelolaan kami serahkan ke BUMDes,” ujar Maryanto.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, festival ini baru pertama kali dan difasilitasi oleh kemendikbud. Langkah ini untuk menggali potensi budaya di Sragen.

”Makam Butuh salah satu ikon Sragen yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi festival rutin,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan memasukkan event ini dalam kalender wisata. Kemudian kekurangan akan dievaluasi dan dikemas lebih baik. Selain itu bupati minta kerjasama dengan pihak tour dan travel untuk mendatangkan wisatawan ke Makam Butuh.

”Sekarang masih di inisiasi kementerian, Semoga terus berlanjut. Seperti akan membuat festival tayub. Semoga bisa mengoptimalkan yang belum tergarap maksimal,” bebernya. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#Festival Benawi Sonten #Makam Ki Ageng Butuh #Desa Gedongan #sungai bengawan solo