RADARSOLO.COM - Warung Soto Girin Sragen di Jalan Katamso, Kampung Ringinanom RT 17, Kelurahan Sragen Kulon, dilalap si jago merah, Kamis (17/8) siang. Kebakaran diduga berasal dari tungku. Petugas pemadam kebakaran (damkar) cukup kewalahan lantaran adanya beberapa peristiwa kebakaran di lokasi lain di waktu yang hampir bersamaan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sragen mengerahkan lima unit mobil pemadam ke lokasi. Namun, api yang yang cukup besar merembet ke dua unit bangunan rumah.
Di lokasi, tampak petugas damkar berjibaku padamkan api, dibantu TNI/Polri, relawan, petugas BPBD, PMI kabupaten, serta PSC 119. Banyak warga yang berkerumun di lokasi kejadian untuk melihat proses pemadaman.
Ade, 29, salah satu kerabat pemilik Warung Soto Girin mengatakan, kobaran api cukup besar. Hingga merembet ke bangunan toko baju di sebelahnya. Menurut dia, diduga api berasal dari dapur. Sebab, warung tersebut memasak soto mengunakan kayu bakar.
"Api diduga berasal dari tungku belakang," kata Ade di sekitar lokasi.
Lebih lanjut dikatakan Ade, warung soto itu buka dari pagi sampai siang. Saat kebakaran terjadi, para pegawai warung soto itu sudah mulai pulang.
”Tadi karyawan sudah pada pulang malah dapat kabar kalau terjadi kebakaran di bagian dapur belakang. Untuk kerugian kami belum bisa menyampaikan, yang jelas dua bangunan dan peralatan jualan dan beberapa barang berharga lainnya terbakar,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Tomy Isharyanto menyampaikan, tim dan petugas masih berupaya melakukan pemadaman dan pendataan. Pihaknya mengakui untuk saat ini cukup kewalahan. Lantaran ada kebakaran lain di lokasi yang berbeda di waktu bersamaan, sehingga petugas cukup keteteran.
Dia menjelaskan selain di warung Soto Girin tersebut, kebakaran juga terjadi di Bulu, Sidoharjo dan Nganti, Gemolong. Dua peristiwa kebakaran itu terjadi di kawasan lahan akibat pembakaran sampah.
”Kasihan ketika ada kebakaran rumah kayak gini, kita armada dan anggota terbatas. Armada kami keteteran kalau ada dua kebakaran dan waktunya hampir bareng,” terang dia.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak asal-asalan saat membakar sampah.
”Tolong pesan ke masyarakat untuk menghindari pembakaran sampah di sekitar lingkungan yang mudah terbakar seperti barongan, pohon-pohon kering, tebu, dan sebagainya. Kalau toh kepepet harus bakar sampah, ya jangan ditinggal,” tegasnya.
Kapolsek Sragen AKP Ari Pujiantoro menyampaikan warung soto tersebut adalah milik Trimanto. Penyebab kebakaran disebabkan adanya api dari tungku yan lupa dimatikan. (din/ria)
Editor : Syahaamah Fikria