RADARSRAGEN.COM – Kemarau panjang mengancam produktivitas hasil pertanian di Bumi Sukowati. Karena ketersediaan air untuk pertanian mulai menipis. Namun sejauh ini, belum ada laporan terkait lahan pertanian yang gagal panen.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (22/8), air Waduk Botok di Desa Mojodoyong, Kecamatan Kedawung mengering. Dasar waduk sudah ditumbuhi rerumputan dan ilalang yang cukup tinggi. Diketahui waduk ini sudah mengering sejak awal Juni. Padahal ribuan hektare lahan pertanian biasa bergantung pada irigasi waduk tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Sragen Ekarini Mumpuni Titi Lestari mengaku, kemarau panjang sudah dirasakan sejak Juli. Dampak dari fenomena El Nino.
“Jadi kondisinya sekarang lebih kering dari beberapa tahun terakhir. Data di lapangan, meski kemarau, Kabupaten Sragen masih banyak yang menanam padi,” terangnya.
DKPPP Kabupaten Sragen mempertimbangkan kemungkinan gagal panen alias puso. Meski sejauh ini belum ada laporan, Ekarini memprediksi akan terjadi penurunan produksi pertanian. Dampak dari kurangnya pasokan air.
“Saya belum bisa memprediksi berapa turunnya. Saat musim penghujan rata-rata 7 ton padi per hektare,” bebernya.
Data DKPPP Kabupaten Sragen, total ada 39.800 hektare lahan pertanian. Kemudian 25.374 hektare di antaranya masih ditanami padi, 11.135 hektare ditanam jagung, dan 989 hektare ditanam kedelai.
“Masih ada sejumlah lahan yang ditanami palawija dan hortikultura, sayuran, dan sebagainya. Sehingga yang ditanami sampai saat ini ada 38 ribu hektare,” imbuh Ekarini.
Mengatasi irigasi yang mengering, para petani memanfaatkan sumur dalam. Ekarini berpesan agar petani tidak berlebihan dalam memanfaatkan air. “Kalau hanya mengandalkan irigasi tidak memungkinkan. Semoga semua lahan bsia dipanen,” harapnya.
Khawatir muncul ketika usia tanaman padi baru 2 bulan. Karena pada Oktober nanti, saluran Dam Colo Timur ditutup.
“Petani sudah mempertimbangkan situasi tersebut. Biasanya Kecamatan Sidoharjo dan Masaran yang baru menanam. Kalau kecamatan Sambungmacan menanam lebih awal, sekarang masuk masa panen. Daerah timur lebih aman,” ujarnya. (din/fer)
Editor : Damianus Bram