RADARSRAGEN.COM – Melambungnya harga beras di pasaran juga menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan DPRD Sragen. Dinas terkait diminta menjalankan fungsinya untuk melacak jalur distribusi beras. Jangan sampai terjadi kelangkaan pangan akibat melambungnya stok beras.
Ketua DPRD Sragen Suparno menyampaikan, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen perlu melacak distribusi beras. Sekaligus mencari penyebab tingginya harga beras di pasaran.
”Perlu dicari penyebabnya, jangan sampai saat membutuhkan tapi stok justru dialihkan ke daerah lain. Selain itu juga mewaspadai ada yang sengaja menimbun,” ujarnya Selasa (5/8).
Dia menjelaskan, belum lama ini Kabupaten Sragen panen raya. Seharusnya harga beras stabil dan bisa dijangkau. Sehingga dengan situasi ini, dinas terkait bisa menelusuri alur sejak panen hingga ke konsumen. Selain itu juga perlu persiapan operasi pasar jika harganya tidak segera terkendali.
Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, beras susah didapat bisa diartikan peceklik. Namun untuk saat ini Pemkab Sragen belum bisa mengeluarkan dana cadangan guna mencukupi kebutuhan sendiri.
”Kalau saat Covid-19 lalu sudah ada regulasi untuk menggunakan dana BTT, sehingga inflasi pascapandemi untuk kegiatan pasar murah, distribusi dan transportasi bisa, tapi sekarang belum ada juklak juknisnya,” ujar Yuni.
Yuni berharap agar ada aturan pemerintah bisa menggelar operasi pasar untuk memastikan harga beras lebih stabil. Namun belum ada regulasi terkait hal itu saat ini. (din/adi)
Editor : Damianus Bram