RADARSOLO.COM – Klub sepak bola lokal Sragen United kembali dihidupkan setelah lama mati suri. Sejumlah tokoh politik turut andil dalam kebangkitan klub yang pernah membanggakan masyarakat Bumi Sukowati karena ikut berlaga di kompetisi Liga 2 pada 2017 lalu. Sebagian kalangan pun menilai jika upaya membangkitkan Sragen United ini sarat kepentingan politik.
Beberapa tokoh politik yang belakangan getol ingin menghidupkan kembali Sragen United, di antaranya Bupati Karanganyar sekaligus bacaleg DPR RI Juliyatmono, Ketua DPD II Golkar Karanganyar Ilyas Akbar Almadani, dan Ketua DPD II Golkar Sragen Pujono Elly Bayu Effendi.
Pujono Elly Bayu ini telah didapuk sebagai manajer Sragen United, untuk berlaga di liga 3. Munculnya tokoh-tokoh politik ini tak pelak menuai reaksi beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung, namun ada juga yang menganggap bahwa hal itu penuh muatan politik. Apalagi, sejumlah tokoh politik tersebut diketahui akan ikut bersaing dalam kontestasi Pemilu 2024.
"dibawah naungan elite politik poli poli," tulis salah satu netizen di akun Instagram Sragen United.
Disinggung tentang penilaian dan tudingan dari sebagian masyarakat tersebut, Pujono Elly Bayu mengungkapkan bantahannya.
”Untuk persepakbolaan Sragen, tidak ada muatan politik. Jadi warnanya apa pun masuk. Kita pure untuk memberikan kebahagiaan tentang pesepakbolaan,” ujarnya saat jumpa pers, Kamis (7/9).
Pihaknya pun memberikan apresiasi kepada Bupati Juliyatmono. Karena meski berdomisili di Karanganyar, namun tetap memperhatikan pesepakbolaan Sragen. Dia menegaskan siapa pun boleh terlibat tanpa ada sekat politik.
Sementara Asisten Manager Sragen United Ilyas Akbar Almadani menyampaikan klub berjuluk Laskar Gajah Purba itu pernah berjaya walau tidak lama bermain di liga 2.
”Sragen United sudah lama vakum, paling tidak kan pernah membanggakan walau sebentar pernah main di liga 2. Kami ingin membangkitkan sepak bola di Sragen. Kami awali mengembangkan persepakbolaan daerah di Sragen dengan wadah klub Sragen United,” ujarnya.
Dia menambahkan akan membuka seleksi terbuka untuk para pemain. Targetnya, 70 persen pemain merupakan bibit pesepak bola lokal. Selain itu, dipersiapkan lima calon pelatih yang akan disampaikan melalui media sosial Sragen United.
”Dalam dua hari media sosial kita sudah lebih dari 1.000 folower,” terang Ilyas. (din/ria)
Editor : Syahaamah Fikria