RADARSRAGEN.COM – Proyek rehab pasar hewan di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang menjadi sorotan. Lantaran proyek dengan anggaran Rp 6,5 miliar ini diduga ada beberapa pekerjaan yang diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB). Seperti pengadaan besi ditengarai tak sesuai spesifikasi.
Salah satu warga setempat, Agus Topan menyebutkan, dalam pengerjaan rehabilitasi Pasar Hewan Sumberlawang ini dilakukan sejumlah pekerjaan. Di antaranya pembuatan area dengan tiang hangar. Dalam pembuatan tiang penyangga hangar ini diduga besi yang digunakan tak sesuai spek. Selain itu pada bagian gapura pintu masuk ukuran besi juga dituding tidak sesuai RAB. Dia meminta harus dicek dengan teliti material yang digunakan membangun pasar hewan tersebut.
”Untuk memastikan ukuran besi yang digunakan harus diambil sampel dulu. Karena besi yang tak sesuai RAB, membuat kualitas dan kekuatan bangunan jelas kurang. Sebelum pekerjaan selesai harus dicek dulu,” tandas Agus.
Menurutnya, tiang pancang hangar nantinya untuk ikatan sapi, sehingga kekuatan harus maksimal. Apalagi dengan anggaran yang begitu besar, kualitas bangunan juga harusnya baik dan sesuai biaya yang dikeluarkan.
”Jangan sampai ukuran besi dikurangi, soal harga besi saat ini naik memang risiko dari rekanan dalam pengerjaan, tapi jangan mengurangi kualitas bangunan,” tuturnya.
Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (KPPP) Kabupaten Sragen Toto Sukarno menjelaskan, untuk proyek pasar hewan Sumberlawang sudah sesuai dengan RAB. Bahkan inspektorat terjun langsung untuk melakukan pengecekan pekerjaan dilapangan dan tidak ada masalah.
”Semua pekerjaan sudah sesuai aturan, dalam pelaksanaanya juga dilakukan pendampingan dari APH,” jelas Toto saat dihubungi wartawan. (din/adi)
Editor : Damianus Bram