Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Baru Sebulan Dibangun, Talut Bengawan Solo di Desa Katelan Sudah Ambrol

Ahmad Khairudin • Rabu, 20 September 2023 | 18:10 WIB
DISOROT: Talut sungai Bengawan Solo di Gilis, Desa Katelan, Kecamatan Tangen yang ambrol.
DISOROT: Talut sungai Bengawan Solo di Gilis, Desa Katelan, Kecamatan Tangen yang ambrol.

RADARSRAGEN.COM – Proyek talut Bengawan Solo di Gilis RT 07, Desa Katelan Kecamatan Tangen yang baru sebulan dikerjakan sudah ambrol. Padahal belum sempat diterjang arus air, lantaran kondisi musim kemarau.

Tokoh masyarakat setempat Sri Wahono menyampaikan, belum sebulan hasil pembangunan talut sudah rontok dan ambrol. ”Tidak ada papan nama pekerjaan, jadi kami tidak tahu siapa yang bertanggungjawab,” ujarnya.

Dia menjelaskan, talut bantaran sepanjang 52 meter ini dikerjakan Juni hingga Agustus lalu. Pada bagian lereng menggunakan bronjong kawat berisi batu kali. Setiap baris di atasnya hanya ditata karung kresek berisi tanah. Lalu hanya diberikan penguat dari bambu.

”Warga setempat tidak tau speknya, pembuatan talut sepanjang 52 meter, yang sampai atas hanya 45 meteran saja, yang sisa 7 meteran hanya dasar bronjong berisi batu kali, tidak sampai atas,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, pembangunan tersebut lantaran beberapa waktu lalu lahan itu dihuni warga atas nama Darwanti, Supomo, dan Sutarmo. Namun pada Februari lalu mengalami longsor. Longsoran sungai sampai ke rumah bagian dapur milik Supomo. Karena semakin parah, ketiga rumah tersebut nyaris longsor sehingga warga harus mengungsi ke musala sampai longsor berakhir.

”Berselang 3 bulan warga sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, sekira 13 warga dimintai copy sertifikat. Warga sempat mengira sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo sekitar 500 meter akan ditalut, namun hanya lokasi longsor saja sepanjang 52 meter dari belakang rumah Supomo sampai belakang rumah Darwati,” jelasnya

Dia menambahkan, warga sekitar justru semakin khawatir dengan pembangunan talut itu. ”Ini belum hujan saja sudah rontok, apalagi nanti musim hujan tiba akan lebih parah lagi,” terangnya.

Humas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Inggit menyampaikan, pekerjaan tersebut tidak ditangani oleh BBWSBS.

”Konfirmasi dari bagian operasi dan pemeliharaan, itu bukan pekerjaan balai,” ujarnya saat dihubungi lewat pesan singkat.

Sementara Camat Tangen, Tetuko Andri Setyawan tidak menjawab saat dikonfirmasi perihal pekerjaan tersebut. Pesan tidak dibalas dan telpon tidak diangkat. (din/adi)

Editor : Damianus Bram
#Desa Katelan #bengawan solo #bantaran #sragen #Talut