Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Penerima Bantuan Beras di Pilangsari, Sragen Ditarik Pungli: Ini Pengakuan Pihak Desa

Ahmad Khairudin • Jumat, 22 September 2023 | 06:15 WIB

Kupon penarikan CPP di Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal. Dalam kupon bertuliskan Rp 3.000, tapi ditarik Rp 5.000.
Kupon penarikan CPP di Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal. Dalam kupon bertuliskan Rp 3.000, tapi ditarik Rp 5.000.

RADARSOLO.COM – Warga miskin penerima bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) di Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal diduga kena pungutan liar (pungli). Ada 292 keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing diminta membayar Rp 5.000.

Padahal, syarat penerima bantuan cadangan pangan pemerintah cukup membawa undangan dan foto kopi KTP. Jika dikumpulkan dari hasil pungli tersebut diperkirakan bisa mencapai Rp 1.460.000.

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, pembayaran uang Rp 5.000 dengan dalih sumbangan PMI. Padahal di kupon tersebut nilai sumbangan tertera hanya Rp 3.000.

Dalam video amatir, terlihat penerima bantuan berbondong-bondong antre mengambil bantuan beras sembari menyetorkan uang di halaman kantor Desa Pilangsari.

Salah seorang penerima bantuan cangan pangan pemerintah, Jasmin, 68, mengungkapkan, pihaknya saat mengambil bantuan beras dimintai uang tunai sebesar Rp 5.000. Padahal aturan yang berlaku penerima bantuan beras dari pemerintah tidak dikenakan biaya sama sekali.

”Ini tadi ambil beras, tadi disuruh membawa KK, KTP dan bayar uang Rp 5 ribu. Katanya untuk PMI, yang menyampaikan bayar dari kelurahan,” ujarnya, Kamis (21/9).

Camat Ngrampal Edi Widodo saat dikonfirmasi perihal dugaan pungli tersebut langsung gerak cepat. Pihaknya lantas menghubungi Kepala Desa Pilangsari dan Sekdes Pilangsari untuk segera mengembalikan uang yang telah mereka terima ke masyarakat lagi.

”Terkait dengan penarikan uang untuk PMI memang tidak ada arahan dan perintah terkait dengan kegiatan tersebut. Memang untuk jadwal Pilangsari penyaluran bantuan hari ini, terkait penarikan dana kemanusiaan PMI memang tidak ada perintah khusus dari pimpinan atau kecamatan,” terang Edi.

Dia sempat menghubungi Kades Pilangsari untuk penjelasan penarikan itu. Pihak desa menyampaikan target dari PMI belum terpenuhi.

”Mungkin inisiatif untuk warga sekalian untuk membayar,” kata Edi.

Pihaknya menyesalkan ada penarikan Rp 5.000 pada para penerima bantuan. Karena semestinya penerima bantuan adalah orang kurang mampu. Selain itu, saat ini juga tengah di masa-masa sulit musim kemarau. Ditambah situasi harga beras juga mahal.

”Tapi tadi di balai desa kades dan sekdes akan mengembalikan uang yang telah mereka tarik tersebut. Pihak desa akan mengembalikan uang sesuai jumlah warga yang telah membayar. Tadi saya arahkan untuk mengembalikan semuanya,” terangnya.

Baca Juga: Najwa Shihab Bela Ganjar Soal Pernyataan Profesi Jurnalis: Jangan Terjebak Potongan Kontroversial

Sekretaris Desa Pilangsari Anjar Sulistyo menyampaikan, sesuai arahan camat, uang tersebut akan dikembalikan. Pihaknya mengakui salah dalam penarikan itu.

”Sudah kami kembalikan, kami salah secara administratif,” ujarnya saat dihubungi wartawan. (din/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#cadangan pangan pemerintah #Pungli Alsintan #beras #bantuan #Desa Pilangsari