Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pemkab Belum Siap Terkait Pengolahan Air Waduk Kedung Ombo untuk Atasi Kekeringan di Sragen

Ahmad Khairudin • Senin, 2 Oktober 2023 | 02:55 WIB
BUTUH SOLUSI: Air Waduk Kedung Ombo belum bisa dimanfaatkan untuk memenuhi air minum warga Miri maupun Sumberlawang.
BUTUH SOLUSI: Air Waduk Kedung Ombo belum bisa dimanfaatkan untuk memenuhi air minum warga Miri maupun Sumberlawang.

RADARSRAGEN.COM – Sebagian wilayah Kabupaten Sragen masih berjuang menghadapi kekeringan. Termasuk di beberapa lokasi yang sebenarnya tidak jauh dari Waduk Kedung Ombo (WKO). Namun, pengolahan air dari WKO untuk bisa dimanfaatkan tidak murah.

Beberapa wilayah yang kekeringan yakni Kecamatan Sumberlawang dan Miri. Dua kecamatan tersebut sebenarnya bersinggungan langsung dengan WKO. Tetapi pemanfaatan air WKO untuk diolah menjadi layak konsumsi dan regulasi juga tidak mudah.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, Sragen sebenarnya mendapat kuota untuk pemanfaatan air WKO sampai batas waktu tertentu. Ternyata pertimbangan finansial, membuat Sragen angkat tangan.

”Kami mengajukan untuk pemanfaatan WKO juga sulit, lobinya nggak gampang, kemudian kami belum siap secara finansial,” ujarnya.

Belum lagi menarik air dan disalurkan ke pipanisasi warga juga tidak murah. Selain itu mempertimbangkan biaya komersial PDAM saat ini, melihat pertumbuhan ekonomi, kondisi utara Bengawan Solo tentu butuh pertimbangan.

”Kalau ada tarif umum, pasti warga di sana menghendaki tarif yang spesial, di utara Bengawan Solo seperti Mondokan tarif pastinya tidak sama, low prices, bahkan untuk sambungan rumah kami diskon,” ujar dia.

Bupati menambahkan, pengelolaan air dari WKO butuh infrastruktur yang besar. PDAM juga sudah berusaha menggandeng pihak ketiga. Namun setelah dikalkulasi, tidak memenuhi rencana bisnis karena biaya yang besar. Sehingga tidak ada investor yang masuk.

”Kalau kami hitung penyertaan modal ke PDAM, angkanya terlalu besar, mencapai puluhan miliar,” beber dia.

Namun untuk kebutuhan air, ada opsi seperti yang dilakukan Baznas Sragen. Bantuan baznas di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri memanfaatkan semacam pompa yang mengambil air menggunakan tenaga surya. Air memang tidak layak untuk dikonsumsi. Namun bisa digunakan untuk kebutuhan air, seperti cuci dan sebagainya.

”Ini kami adopsi untuk bantuan sumur ke wilayah Utara Bengawan,” terang Yuni. (din/adi) 

Editor : Damianus Bram
#waduk kedung ombo #bupati sragen kusdinar untung yuni sukowati #kekeringan #krisis air bersih #WKO